Senin, 27 Agustus 2012

MENEMANI ANAK DENGAN FOTOGRAFI - MULAI DENGAN KAMERA YANG PRAKTIS DAN MUDAH

KAMERA SLR "YASHICA FX-3 SUPER". 
Kamera ini masih menggunakan film, bukan kamera digital.

Ada Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak yang bertanya kepada saya tentang potret-memotret. Kebetulan, Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak ini memang bukan orang yang selama ini akrab dengan potret-memotret, tetapi ingin bisa menggunakan fotografi sebagai salah satu berkegiatan bersama anak.

Pertanyaannya biasanya mengenai kamera. Kamera apa yang cocok untuk tujuan kegiatan kebersamaan keluarga seperti ini (bukan untuk tujuan menjadi fotografer profesional). 

Saya menjawab bahwa untuk tujuan kegiatan kebersamaan keluarga, yang penting adalah semua setiap orang dalam keluarga tersebut (ayah, ibu, termasuk anak yang usia 6 tahunan) bisa menggunakan kamera yang dibeli dan hasil fotonya pasti jadi.

Kalau untuk keperluan seperti itu, saya menyarankan menggunakan kamera pocket yang mudah digunakan, dan harganya pun tidak semahal kamera SLR (Single Lens Reflex).

Contoh kamera SLR terlihat pada gambar paling atas. Ini adalah kamera SLR kuno yang menggunakan film. Bukan kamera digital. Saya sendiri belajar dasar-dasar fotografi dengan kamera ini (waktu itu belum zamannya kamera SLR digital. Kalaupun sudah ada, harganya masih mahal sekali). Keunggulan dari kamera SLR seperti ini adalah bisa menghasilkan foto "bokeh". Ini adalah istilah yang diberikan untuk foto yang bagian tertentu saja yang jelas, sedangkan bagian yang lainnya (latar belakang) sengaja dibuat kabur.

Foto "bokeh" memang terlihat seperti hasil jepretan fotografer profesional. Tetapi untuk tujuan kegiatan bersama keluarga, menurut saya yang lebih penting / utama adalah semua bisa memotret dengan senang, semua bisa membuat foto kenangan, dan pasti jadi. 

Karena itu, saya menyarankan "bokeh" atau "tidak bokeh" untuk keperluan kegiatan bersama keluarga tidak menjadi masalah. Yang harus dilatih justru adalah belajar mengambil sudut pandang foto yang bagus. Supaya kenangan yang diabadikan jadi lebih indah.    

KAMERA POCKET "FUJI - BONAZOOM".
Kamera ini juga masih menggunakan film, bukan kamera digital.

Anak saya saya belikan kamera pocket Fuji Bonazoom ketika berumur 6 tahun. Ini memang masih kamera yang pakai film. Maklum, waktu itu harga kamera digital (yang tidak pakai film) masih mahal sekali, sekalipun yang jenisnya pocket (apalagi yang SLR !). 

Dengan kamera ini, anak saya berlatih berburu foto. Artinya, melakukan perjalanan ke beberapa objek wisata (tidak harus ke luar kota), dan harus membuat perencanaan : di objek yang ini bikin foto berapa kali, di objek yang itu bikin foto berapa kali, dan sebagainya. 

Memang, dengan kamera pocket non-digital perencanaan harus lebih matang karena satu rol film hanya bisa untuk membuat 36 foto. Ini berbeda dengan kamera pocket digital yang tidak memakai film : hasilnya bisa langsung dilihat, bisa di-delete (dihapus), dan bisa memotret sampai ratusan gambar.

Karena itu, saya menyarankan : sekarang ini karena harga kamera pocket digital cenderung murah, silakan beli saja kamera pocket digital. Memang harga kamera pocket non-digital lebih murah, tetapi setiap kali harus beli film, dan harus cuci-cetak film, sehingga akhirnya jadi mahal juga.

KAMERA POCKET "AIKON".
Merek kamera ini kurang dikenal. Ini merupakan kamera dengan film, bukan digital.

Ini adalah kamera darurat yang selalu saya bawa (sampai tahun 2003-an). Mereknya tidak begitu terkenal, tetapi saya memang suka dengan bentuknya yang mungil. Ke mana saja selalu saya bawa. Jadi, setiap ada momen yang bagus (menurut saya) bisa saya potret.

KAMERA POCKET DIGITAL "NIKON COOLPIX L3".
5.1 Mega Pixels.

Kamera pocket digital Nikon Coolpix ini saya pakai tahun 2007-an. Kecil dan praktis. Ada banyak sekali foto yang dibuat dengan kamera ini : oleh saya, istri saya, bahkan anak saya. 

Kamera-kamera pocket digital seperti ini sungguh mudah penggunaannya, dan dijamin pasti jadi. Maksudnya, foto yang dihasilkan pasti jelas gambarnya. 

Saya justru menyarankan bahwa keluarga yang sedang belajar memotret bersama menggunakan kamera sejenis ini. 

KAMERA DIGITAL "KODAK EASYSHARE ZD710".
7.1 Mega Pixels.

Kodak Easy Share ini saya pakai tahun 2009-an. Fasilitasnya lebih komplit, tetapi penggunaannya juga cukup mudah. Sampai sekarang saya masih membawa kamera ini ke mana saja, terutama untuk tujuan memotret secara candid alias diam-diam.

KAMERA DSLR "CANON EOS 550D".
18.0 Mega Pixels.

Ini adalah kamera SLR digital. Memang kelasnya bukan untuk fotografer profesional, tetapi setingkat di atas kamera SLR Canon EOS 1100D. (Kamera Canon EOS 1100D biasa disebut kamera SLR entry level yaitu untuk yang baru mulai belajar memotret dengan kamera SLR. Canon EOS 1100D "sekelas" dengan Nikon D3100 : sama-sama untuk kelas pemula).

Akan tetapi, kalau anak Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak sudah duduk di kelas SMP, membeli kamera SLR Canon EOS 1100D atau Nikon D3100 juga merupakan pilihan yang baik. Sebab, anak sudah cukup umur untuk belajar memotret dengan kamera SLR (bisa membuat foto "bokeh"), meskipun bodi kamera ini cukup berat (kurang cocok untuk anak SD). Adapun bagi ayah atau ibunya ----- kalau tidak sempat belajar memotret dengan mengatur secara manual bukaan diafragma maupun kecepatan shutter-nya, bisa dengan mudah memotret dengan mode full-automatic. Foto pasti jadi).

 MAJALAH FOTOGRAFI.
Sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan sangat membantu untuk berlatih fotografi secara otodidak bersama anak.

Beberapa orang Bapak (kebetulan saya belum "menemukan" yang berstatus Ibu) mengatakan dengan terus terang kepada saya bahwa malas dan menyerah kalau harus membaca tulisan yang banyak. Lebih efektif kalau mendengarkan saya bercerita. 

Saya bisa memahami hal ini. Dan khusus untuk belajar potret-memotret bersama seluruh keluarga, saya menganjurkan untuk tetap beli majalah fotografi. Misalnya, majalah Digital Camera. Mengapa ?

Karena majalah-majalah fotografi ini menampilkan banyak foto yang indah-indah, yang tidak mungkin saya ceritakan secara lisan. Juga, majalah seperti ini lebih banyak gambar / fotonya daripada tulisannya. Jadi, buat yang malas membaca tulisan yang banyak, tidak ada masalah (karena tulisannya tidak banyak-banyak amat). 

 BUKU TENTANG DISAIN LOGO.

Ini memang bukan buku tentang fotografi. Tetapi saya banyak menggunakan buku ini untuk menemani / mendampingi orang belajar fotografi, utamanya mengenai disain komposisi dan warna.

 FOTO "BOKEH".

Foto yang dibuat dengan kamera SLR "YASHICA" non-digital (masih menggunakan film) FX-3 Super. Hanya bagian tertentu yang dibuat jelas, bagian lainnya sengaja dibuat kabur.


FOTO "BOKEH".

Foto yang dibuat dengan kamera SLR "YASHICA" non-digital (masih menggunakan film) FX-3 Super. Hanya bagian tertentu yang dibuat jelas, bagian yang lain sengaja dibuat kabur.


 FOTO "BOKEH".

Bagian tertentu dibuat jelas, bagian yang lain (latar belakang) sengaja dibuat kabur. Dibuat dengan kamera SLR non-digital (masih memakai film) "YASHICA FX-3 SUPER" dengan film FUJI ASA 200, Yashica Lens 50 mm, f/8, 1/125. Foto dibuat tanggal 16 Mei 2004.



 FOTO "BOKEH".

Bagian tertentu dibuat jelas, bagian yang lain (latar belakang) sengaja dibuat kabur. Dibuat dengan kamera SLR non-digital (masih memakai film) "YASHICA FX-3 SUPER" dengan film FUJI ASA 200, Yashica Lens 50 mm, f/22, 1/125. Foto dibuat tanggal 16 Mei 2004.




 FOTO "BOKEH".

Bagian tertentu dibuat jelas, bagian yang lain (latar belakang) sengaja dibuat kabur. Dibuat dengan kamera SLR non-digital (masih memakai film) "YASHICA FX-3 SUPER" dengan film FUJI ASA 200, Yashica Lens 50 mm, f/1.7, 1/125. Foto dibuat tanggal 16 Mei 2004.

--------------------

Selamat menemani anak.

Selamat melakukan kegiatan potret-memotret bersama seluruh keluarga : bergantian dipotret dan bergantian memotret. Dengan demikian tercipta kenangan-kenangan manis yang diabadikan dengan cara gotong-royong oleh seluruh keluarga. Pakai kamera yang praktis dan murah juga OK....

"Menemani Anak = Mencerdaskan Bangsa".

NB : Tulisan ini tidak bermaksud menghalangi kegiatan potret-memotret dengan menggunakan kamera Handphone. Tulisan tentang potret-memotret menggunakan kamera Handphone sudah pernah kami tulis di blog ini, di bulan Mei 2012 atau Juni 2012. Silakan menikmati. Hasilnya pun bagus-bagus.  



-----o0o-----

  • Koleksi kamera milik Constantinus Johanna Joseph / Bernardine Agatha Adi Konstantia / Susana Adi Astuti (HOLIPARENT STUDIO '89)
  • Foto dan tulisan oleh Constantinus Johanna Joseph. Ilmuwan Psikologi anggota Himpunan Psikologi Indonesia nomor 03-12D-0922. Sarjana di bidang Ilmu Alam dan Sarjana di bidang Ilmu Sosial. Magister Manajemen di bidang Marketing, Praktisi Psikologi Industri / Komunikasi, dan Praktisi Perbankan.