Rabu, 09 Februari 2022

Green Parenting

        


        When the President of the Republic of Indonesia launched the "Green Taxonomy" on January 20, 2021, this was a positive thing for observers and practitioners of "Sustainable Business". 

        So, what will holiparent do after the launch of this "Green Taxonomy" ? What holiparent does is upgrade the discussion material to be more green-oriented. 

        Based on research conducted by Dr. Constantinus (2021), it is necessary to have local wisdom and green psychological conditions to support the realization of an environmentally friendly business as referred to in the "Green Taxonomy". Local wisdom is the wisdom to care for the environment. The green psychological condition is a psychological condition that includes environmental intelligence, personality, and social interest. In addition, pro-environmental behavior is also needed as an intermediary of local wisdom and green psychological conditions to realize performance that is not only oriented to financial profit, but also environmental sustainability and the welfare of the whole community. 

        Thus, holiparent encourages parents to understand environmental-oriented local wisdom. Parents also become aware of the condition of green psychology, and are more active in accompanying their children to behave in an environmentally friendly manner. The goal is to accompany children to have environmental leadership in sustainable business; not only pursuing financial gain, but also realizing environmental sustainability and community welfare. 

        Happy accompanying the children !

        "Accompanying Children = Educating the Nation"


Pada saat Presiden Republik Indonesia meluncurkan "Taksonomi Hijau" tanggal 20 Januari 2021, hal ini merupakan hal positif bagi pemerhati dan praktisi "Bisnis Berkelanjutan". 

        Lantas, apa yang akan dilakukan holiparent setelah peluncuran "Taksonomi Hijau" ini ? Yang dilakukan holiparent adalah meng-upgrade materi diskusi menjadi lebih berorientasi lingkungan hidup.

        Berdasarkan riset yang dilakukan Dr. Constantinus (2021), diperlukan adanya kearifan lokal dan kondisi psikologi hijau untuk mendukung terwujudnya bisnis ramah lingkungan sebagaimana dimaksud dalam "Taksonomi Hijau". Kearifan lokal adalah kearifan untuk merawat lingkungan hidup. Adapun kondisi psikologi hijau adalah kondisi psikologi yang mencakup kecerdasan lingkungan hidup, kepribadian, dan minat sosial. Selain itu, diperlukan juga perilaku ramah lingkungan sebagai perantara dari kearifan lokal dan kondisi psikologi hijau untuk mewujudkan kinerja yang tidak semata-mata berorientasi laba keuangan, tetapi juga kelestarian lingkungan hidup dan kesejahteraan seluruh masyarakat.

        Dengan demikian, holiparent mendorong orang tua untuk memahami kearifan lokal yang berorientasi kelestarian lingkungan hidup. Orang tua juga menjadi sadar akan kondisi psikologi hijau (psikologi ramah lingkungan), dan lebih aktif dalam mendampingi anak-anaknya untuk berperilaku ramah lingkungan. Tujuannya adalah untuk menemani anak memiliki kepemimpinan lingkungan dalam bisnis yang berkelanjutan; tidak hanya mengejar keuntungan finansial, tetapi juga mewujudkan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

        Selamat menemani anak !

        "Mendampingi Anak = Mencerdaskan Bangsa"

Dr. Constantinus, Psychologist

Feb 6th, 2021


Edisi dwi bahasa ditujukan untuk pembaca Indonesia dan pembaca internasional. 

This bilingual edition is intended for Indonesian readers and international readers.


Selasa, 08 Februari 2022

Menemani Anak, Mencerdaskan Bangsa


Tulisan ini dibuat menjelang hari ulang tahun holiparent yang ke-10 tanggal 8 Mei 2022.

This article was written ahead of holiparent's 10th birthday on May 8, 2022.

Kelahiran holiparent ditandai dengan tulisan pertama di holiparent.blogspot.com. Saat ini, holiparent menggunakan alamat skot.holiparent.com.

   Holiparent's birthday is marked with the first post on holiparent.blogspot.com.       Currently, holiparent uses the address skot.holiparent.com.

Slogan yang diangkat oleh holiparent adalah “Menemani Anak = Mencerdaskan Bangsa”.

        Holiparent's slogan is "Accompanying Children = Educating the Nation".

Slogan ini digunakan berdasarkan kenyataan yang dihadapi oleh para pendiri holiparent, bahwa masih ada kejadian di mana anak menjadi objek dari kekuasaan dan kejayaan yang hendak diraih oleh orang tuanya. Anak disuruh ini dan itu untuk dalam pendidikan (maupun dalam pekerjaan saat dia sudah dewasa), tanpa memperhatikan minat dan bakat anak. Akibatnya, anak menjadi stres atau memberontak. Pemberontakan ini muncul saat dia sudah kuliah di perguruan tinggi, atau ketika dia SMA, bahkan saat dia SMP. Orang tua tidak menemani anak dalam pendidikan maupun pekerjaan, sesuai minat dan bakat anak.

        This slogan is used based on the reality faced by the founders of holiparent, that there are still incidents where children become objects of power and glory that their parents want to achieve. Children are told this and that for education (as well as in work when he is an adult), regardless of the child's interests and talents. As a result, the child becomes stressed or rebellious. This rebellion arose when she/he was already in college, or when she/he was in senior high school, even when she/he was in junior high school. Parents do not accompany children in education or work, according to her/his interests and talents.

Sepuluh tahun berlalu. Agatha, salah seorang pendiri holiparent saat itu masih berusia 13 tahun, dan menjadi jurnalis di SMP-nya. Dia sekarang sudah menyelesaikan sarjana di bidang teknologi pangan, dan tetap menjadi penulis, sambil mempersiapkan diri melanjutkan ke pendidikan master teknologi pangan.

        Ten years passed. Agatha, one of the founders of holiparent, was 13 years old at the time, and was a journalist in her junior high school. She has now completed his bachelor's degree in food technology, and remains a writer, while preparing to continue her education for a master's in food technology.

Susan, pendiri holiparent, saat itu belum memulai pendidikan master di bidang psikologi sosial, apalagi pendidikan doktor di bidang psikologi lingkungan. Susana sekarang sudah menyelesaikan pendidikanpendidikan itu.

        Susan, the founder of holiparent, had not yet started her master's degree in social psychology. She has now completed her master's in social psychology, as well as a doctorate in environmental psychology.

Tinus, juga pendiri holiparent, di tahun 2012 juga belum memulai pendidikan master di bidang psikologi industri / organisasi, apalagi pendidikan doktor di bidang psikologi lingkungan. Tinus sekarang sudah menyelesaikan pendidikan-pendidikan itu.

        Tinus, also the founder of holiparent, in 2012 also did not start his master's education in industrial / organizational psychology. Now Tinus has completed his master's education in industrial / organizational psychology, and completed a doctoral degree in environmental psychology.

Saat ini, holiparent melihat perlunya orang tua memiliki ketrampilan untuk menemani anak supaya anak pada saat memasuki dunia kerja sudah memiliki kepemimpinan lingkungan yang bukan sebatas mengejar keuntungan keuangan, tetapi juga mewujudkan tanggung jawab sosial dan lingkungan hidup. Anak dengan demikian akan menjadi pemimpin yang mewujudkan bisnis berkelanjutan yang ramah sosial dan ramah lingkungan.

        Currently, holiparent considers that parents must have the skills to accompany children so that children have environmental leadership. Thus, when she/he is an adult, she/he works not only for the pursuit of financial gain, but also for realizing social and environmental responsibilities. He will be a leader who realizes a sustainable business that is socially and environmentally friendly.





“Menemani Anak = Mencerdaskan Bangsa”.
"Accompanying Children = Educating the Nation".


Edisi dwi bahasa ditujukan untuk pembaca Indonesia dan pembaca internasional. 
This bilingual edition isintended for Indonesian readers and international readers.



Senin, 07 Februari 2022

Ngobrol Bareng Slontrot: Pemimpin

 



"Menemani Anak Ramah Lingkungan, Mencerdaskan Bangsa"


Artikel ini ditulis oleh 
Dr. Constantinus, S.Pi, S.Psi, MM, MM, M.Psi, Psikolog.