Senin, 11 Juni 2012

Menemani Anak Membaca Buku Serius



Setiap kali ke toko buku (toko buku apa saja), sekarang ini kita lihat ada berbagai macam buku yang ditawarkan untuk anak-anak. Banyak juga yang berupa komik. Ada komik ilmu pengetahuan. Ada komik cerita fiksi. Komik lucu juga banyak. 

Ketika ada seorang Ibu yang bertanya kepada saya, apa saya juga baca komik bersama anak saya, saya jawab, "Ya". Saya memang ikut membaca Naruto. Dan sejenisnya. Meskipun tidak dari depan sampai belakang saya baca semua. Yang penting, kalau kita ngobrol dengan anak tentang komik yang dibacanya, bisa nyambung. Kalau tidak nyambung, anak akan malas ngobrol dengan kita. Tentang komik. Juga tentang hal-hal lainnya : teman sekolah, ulanga, Pekerjaan Rumah, cara gurunya mengajar di sekolah, dan sebagainya. Jadi, ikut membaca komik bersama anak secara mengasyikkan bagi anak (jangan sampai anak malah jadi sebal dengan orang tuanya), merupakan salah satu pintu masuk untuk membuat anak jadi terbuka dengan orang tuanya.

------------------

Bahkan, kalau orang tua memang bisa menyelami perasaan anak, memahami pola pikir anak, akhirnya anak juga bisa diajak untuk membaca buku-buku yang menurut orang tua baik dan bermanfaat juga untuk anak. Buku komik wayang, misalnya.

Ini merupakan tantangan. Sebab bagi kebanyakan anak SD-SMP sekarang ini, cerita wayang bukanlah cerita yang populer dan mengasyikkan. Tetapi orang tua yang sudah terbiasa ngobrol-ngobrol akrab dengan anak, biasa baca komik bersama anak, biasa tertawa bersama anak ketika membaca komik lucu, akan mampu mengajak anak untuk membaca buku komik wayang. Bahkan, anak akhirnya merasa senang. Juga bangga bisa tahu cerita wayang. Tentu saja, karena orang tua ikut menemani anak membaca komik ini, dan bisa mengaitkannya dengan kegunaan dalam hidup sehari-hari : tentang nilai kejujuran, nilai kesetiaan, nilai kepahlawanan, dan sebagainya.

--------------------

Dalam tulisan ini saya sebutkan "komik wayang", karena kebetulan saya berasal dari Jawa yang memang ada budaya wayangnya. Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak juga bisa mengembangkan inspirasi tulisan kali ini dengan mengajak anak-anaknya membaca bersama buku-buku cerita daerah masing-masing, yang mengandung nilai-nilai luhur.       

Pesan yang ingin disampaikan dalam tulisan kali ini adalah : temanilah anak membaca komik-komiknya secara mengasyikkan, dan kemudian secara menyenangkan pula ajaklah anak untuk membaca komik / buku cerita yang menurut orang tua baik dan lebih serius kadar pemikirannya (karena mengandung nilai-nilai luhur).

--------------------

Selamat menemani anak.
Selamat ikut membaca komik / buku bacaan bersama anak secara mengasyikkan.
Selamat mengajak anak membaca buku-buku (yang lebih "serius") pilihan orang tua, juga secara mengasyikkan...sehingga anak merasa senang dan bahkan bangga bisa membaca buku-buku "serius" seperti itu.

"Menemani Anak = Mencerdaskan Bangsa".

-----o0o-----

  • Tulisan dan foto oleh Constantinus. Ilmuwan Psikologi anggota Himpunan Psikologi Indonesia nomor 03-12C-0922, Ilmuwan Pengetahuan Alam, dan Ilmuwan Pengetahuan Sosial.
  • Komik wayang seperti terlihat pada foto di atas saat ini dapat dibeli antara  lain di Toko Buku Merbabu di Jalan Pandanaran Semarang. Maaf, ini bukan iklan. Penulisan nama toko buku ini semata-mata hanya menunjukkan secara praktis bahwa buku semacam ini masih dapat dibeli di toko ini. (Saya membaca buku-buku seperti ini di tahun 1970-an. Dan di tahun 2010 saya membelikan edisi yang baru untuk anak saya).