Kamis, 14 Juni 2012

BENAR-BENAR MENJADI TEMAN BERMAIN : JANGAN TUNDA !

Terima kasih kepada Dokter Stefany, Sp.PD dari Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang telah mau berbagi foto dan pengalaman dalam menemani anak untuk bermain dan sekaligus belajar. 

--------------------

Menemani anak bermain (sekaligus belajar secara menyenangkan) seringkali terjadi begitu saja. Yang penting, pada saat kita sebagai orang tua sedang bersama anak, segala minat kita dicurahkan kepada anak sehingga pada saat anak merasa ingin kita temani bermain, kita siap.

Dokter Stefany dari Kupang misalnya. Pada saat anaknya sedang libur sekolah, dia juga menyempatkan diri untuk mengambil cuti. Jadi, sehari-hari bisa bersama anak. 

Pada saat itu, Dokter Stefany bisa mengajak anaknya untuk bermain game edukasi "Bobby Bola" dengan menggunakan notebook, seperti tampak pada foto di atas.  Dan supaya betul-betul larut dalam kegiatan menemani anak, Dokter Stefany tidak hanya "merasa menemani anak" untuk bermain, tetapi juga "betul-betul memainkan" game edukasi itu bersama dengan anak. Maka anak merasa bahwa orang tuanya memang "benar-benar menjadi teman bermainnya", bukan sebagai "orang tua yang sedang menemani anak".

--------------------



Masih tentang "saat" orang tua bisa "benar-benar menjadi teman bermain / ngobrol" bagi anak, foto di atas menunjukkan momen ketika seorang anak dengan bangga menunjukkan hasil memotretnya.

Ceritanya begini. Anak ini sedang ada kegiatan "berburu foto" di sekolah. Maka, dia ke sekolah membawa kamera digital. Nah, pada saat pulang sekolah, anak ini dengan bangga menunjukkan foto-foto hasil jepretannya kepada ibunya. Di mana dia menunjukkan itu ?

Di warung makan "Empek-Empek Palembang" ! 

Jadi, pada saat jalan-jalan sambil makan malam di luar rumah, anak ini (karena begitu puas dan bangga dengan hasil berburu fotonya) menunjukkan foto-foto itu (masih tersimpan di kamera digital) pada saat sedang makan di warung makan.

Pesan yang mau disampaikan dalam tulisan blog kali ini adalah : pada saat seperti itu, orang tua harus dengan antusias dan penuh apresiasi melihat hasil karya anak. Jangan ditunda ! Jangan katakan, "Nanti saja di rumah !" Anak akan merasa "turun" kebahagiaannya. Akan merasa "turun" perasaannya dihargai oleh orang tuanya. Hanya karena orang tua "menunda" untuk melihat bersama hasil karya anak "pada momen yang tepat".

--------------------

Selamat menemani anak.
Selamat "benar-benar menjadi teman bermain bagi anak".
Jangan tunda waktu !

"Menemani Anak = Mencerdaskan Bangsa".

-----o0o-----

  • Tulisan dan foto oleh Constantinus. Ilmuwan Psikologi anggota Himpunan Psikologi Indonesia nomor 03-12C-0922. Menjadi Guru Les Privat sejak tahun 1999 (ketika lulus dari Jurusan Fisika SMA Kolese Loyola). Saat ini menjadi Praktisi Psikologi Industri dan Komunikasi serta Konsultan Hukum.