Sabtu, 24 November 2012

CERITA TENTANG DUNIA KERJA




Kalau anak kita sudah SMP, tidak ada salahnya menceritakan kepadanya tentang sedikit gambaran mengenai dunia kerja. Sedikit saja. Tidak perlu banyak-banyak.

Misalnya, tentang orang seperti apa yang dicari / dijadikan karyawan oleh perusahaan. Entah anak kita nantinya akan jadi pemilik perusahaan atau menjadi karyawan, cerita seperti ini tetap bermanfaat.

Tetapi, apa cerita seperti itu perlu ?


--------------------


Saya punya seorang teman. Dia pintar. Gelar akademisnya banyak. Dan dia memang mengagung-agungkan kepintarannya itu. Demikian pula ada banyak orang yang silau dengan kepintarannya itu. Sebelum akhirnya mereka akhirnya (terpaksa) berkata kepada saya, "Kok kalau kerja nggak pernah bener, ya ? Hasilnya nggak jelas. Teorinya banyak, tetapi pelaksanaannya nol. Komunikasinya parah. Banyak yang sakit hati dengan omongannya. Selalu cari aman dan menyalahkan orang lain". Dan masih banyak lagi.

Saya tidak heran. Hasil asesmen psikologinya memang menunjukkan hal itu. Dia pandai. Tetapi kepribadian dan sikap kerjanya di bawah standar.


--------------------


Di banyak perusahaan, pandai atau pintar itu penting. Tetapi anehnya, tidak menduduki peringkat pertama. Yang menduduki peringkat pertama, kedua, dan ketiga justru yang terkait dengan kepribadian dan sikap kerja.

Pertama, perusahaan mencari orang yang dapat dipercaya / dapat diandalkan. Orang ini menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, dan tidak menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Kedua, perusahaan mencari orang yang bisa bekerja dalam tim. Ketrampilan berkomunikasi termasuk yang dibutuhkan di sini.

Ketiga, perusahaan mencari orang yang bisa bekerja mengatasi / menyelesaikan masalah meskipun deskripsi pekerja ketikaannya tidak terlalu jelas. Perusahaan kurang begitu tertarik dengan karyawan yang hanya bisa bekerja kalau deskripsi pekerjaannya jelas.

Keempat, barulah pekerjaan melihat orang yang pandai / pintar. Jadi, ini memang diperhitungkan, tetapi tidak di prioritas pertama / teratas.


--------------------


Selamat menemani anak.

Semoga anak jadi punya gambaran bahwa dia tidak saja harus pandai / pintar, tetapi juga bisa dipercaya, karena hal ini memang harus dipupuk sejak kecil dan nantinya bermanfaat ketika sudah dewasa / bekerja.

"Menemani Anak = Mencerdaskan Bangsa".


-----o0o-----