Jumat, 19 Juli 2013

Menemani Anak - BERJIWA KSATRIA


Berjiwa ksatria. Istilah ini saya pakai karena saya tidak menemukan istilah lain yang lebih tepat dari ini untuk mengekspresikan sikap yang baik dan penuh tanggung jawab plus tegas.

Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak Yth.,

Saya mengangkat topik ini sebagai hal yang layak disampaikan kepada anak kita (setiap kali kita menemani mereka) demi kebaikan anak kita : sebab pada kenyataannya tidak ada yang suka dengan orang yang PENGECUT (sebagai lawan kata dari KSATRIA), karena itu anak kita ditemani dan diarahkan untuk MEMUPUK JIWA KSATRIA sejak sekarang.

Sikap ksatria itu intinya KONSEKUEN, BERTANGGUNG JAWAB, TEGAS. Bukan cari aman dan plinthat-plinthut (= kalau ngomong mencla-mencle alias tidak konsisten).

Pertanyaannya : mengapa anak perlu punya jiwa ksatria ?

Karena ini akan membuat anak tumbuh dan berkembang sebagai pribadi yang matang dan dewasa (sesuai dengan perkembangan umurnya). Hal ini akan membuat anak memiliki teman, justru karena anak BERANI BERSIKAP. Anak bukan menjadi individu yang PERAGU karena SELALU INGIN AMAN / SELAMAT.

Memang, bersikap ksatria bukan berarti lalu bertindak NGAWUR TANPA PERHITUNGAN. Maksudnya adalah anak TIDAK LEPAS TANGAN / MELARIKAN DIRI di saat mengalami kesulitan.

Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak Yth.,

Saya pernah bertemu (dalam arti : bekerja satu tim) dengan orang yang tidak berjiwa ksatria. Semua orang dalam tim itu (termasuk saya) justru JENGKEL setiap kali orang ini hadir / terlibat. Jadi, bukan hanya kehadirannya TIDAK BERMAKNA, tetapi bahkan kehadirannya MENIMBULKAN KEKACAUAN / KETIDAKPAATIAN. Mengapa ? Karena kalau ngomong selalu "mengambang" alias tidak jelas keputusannya. Tidak pernah detail dan tidak pernah berinisiatif. Pun tidak berani mengambil keputusan. Pokonya : lebih baik dia tidak ada daripada ada. Ini yang terjadi di tim.

Tentu saja, hal ini masih dapat diperbaiki. Tetapi itu memang memerlukan waktu, tenaga, dan biaya.

Jadi, kenapa tidak kita membimbing anak kita untuk berjiwa ksatria sejak kecil ?

Selamat menemani anak.

"Menemani Anak = Mencerdaskan Bangsa"

-----o0o-----

Repro foto "Bima Satria Garuda" dari Koran Suara Merdeka edisi Minggu tanggal 21 Juli 2013 oleh Constantinus Johanna Joseph.

Tulisan oleh Constantinus Johanna Joseph. Ilmuwan Psikologi anggota Himpunan Psikologi Indonesia nomor 03-12D-0922. Sarjana di bidang Ilmu Alam dan Ilmu Sosial.