Jumat, 20 Maret 2026

Sepeda sebagai Sarana Menemani Anak


 

Pagi ini saya masih membersihkan sepeda saya. Sepeda warna oranye ini saya beli sekitar tahun 2011, sudah 15 tahun yang lalu. Sempat terlantar sejak tahun 2014 atau 2015, tiba-tiba saja saya tersadar untuk merawat sepeda ini setelah melihat foto-foto dan membaca tulisan-tulisan anak saya ketika dia kuliah di Belgia tahun 2022 - 2024. Ya, saya memang banyak belajar dari pengalaman anak saya. 



Selama kuliah di Universiteit Gent maupun di Katholieke Universiteit Leuven, Agatha --- anak saya --- naik sepeda sewaan untuk kuliah. Sepeda sewaan itu tentu bukan sepeda baru, tetapi sangat terawat. 


Bersepeda memang sudah menjadi kegiatan saya dan istri menemani anak jalan-jalan. Sepeda bagi saya merupakan alat yang sangat bagus untuk menemani anak. Dalam pengamatan saya, semua anak suka bersepeda. Jadi, orang tua sangat tepat kalau juga memiliki sepeda supaya bisa jalan-jalan bersama anak.


Untunglah, masih ada dua sepeda milik anak saya. Sepeda yang berwarna hijau tua dibeli ketika anak saya masih SD kelas 6, sekitar tahun 2009 atau 2010. Anak saya menamai sepeda ini Thunderbolt Super. 


Hari Selasa tanggal 17 Maret 2026 saya membawa Thunderbolt Super ke bengkel sepeda Pak Kemad di Jatisari, Mijen, Semarang. Saya membeli pipa setang baru supaya setangnya jadi tinggi dan bisa dinaiki oleh orang dewasa. Sebelum itu, sadelnya sudah saya tinggikan di rumah.


Sepeda yang berwarna kuning juga milik anak saya. Meskipun tidak lagi digunakan secara rutin, saya rawat juga karena saya terinspirasi sepeda sewaan di Gent dan Leuven yang selalu bagus kondisinya.


Selain sepeda oranye milik saya, ada juga sepeda hijau muda milik Susan --- istri saya --- yang juga dibeli di tahun 2011. Memang, masih ada karat di beberapa bagian yang belum sempat saya hilangkan dengan cairan antikarat. Bagi saya, proses merawat sepeda tua yang sudah lama terbengkalai ini merupakan olang raga sekaligus kegiatan merenung tentang bagaimana orang tua seperti saya bisa belajar dari pengalaman anak, dalam hal ini tentang sepeda sewaan yang digunakannya.


Ini juga menjadi jawaban saya kepada para orang tua yang bertanya dengan nada cemas, "Bagaimana mengatasi anak yang kecanduan main game di HP ?". Sebagai seorang psikolog, saya menjawab, "Temanilah anak melakukan petualangan-petualangan kecil, misalnya setiap hari Minggu atau hari libur jalan-jalan berkeliling kota naik sepeda masing-masing."

Semarang, 20 Maret 2026 pukul 15.25 WIB

"Mememani Anak = Mencerdaskan Bangsa"

✓ Foto oleh Constantinus
✓ Tulisan oleh Psikolog Dr. Constantinus, S.Pi, S.H., S.Psi, M.M., M.M., M.Psi, Advokat
✓ Constantinus adalah Direktur Biro Psikologi "Dr. Constantinus & Rekan", Dosen Psikologi Industri & Organisasi, Pensiunan Bank, dan Praktisi Manajemen Sumberdaya Manusia
✓ Tulisan ini berisi pengalaman pribadi bersama Dr. Susana Adi Astuti, S.Pi, M.M., M.Si (istri, Dosen Psikologi Lingkungan) dan Bernardine Agatha Adi Konstantia, S.T.P., M.Sc. (Peneliti Teknologi Pangan).
✓ Untuk informasi dan pendaftaran Bimbingan Teknis tentang Pangan + Perilaku + Lingkungan, silakan menghubungi lewat WA : 082 136 424 089
✓ Biro Psikologi "Dr. Constantinus & Rekan" : Kedaton Terrace D9/3, BSB, Semarang 50212