HOLIPARENT research & education
Dikelola oleh : (1) Dr. Susana Adi Astuti, S.Pi, M.M., M.Si, (2) Dr. Constantinus, S.Pi, S.H., S.Psi, M.M., M.M., M.Psi, Advokat, Psikolog, (3) Bernardine Agatha Adi Konstantia, S.T.P., M.Sc. Kantor : Kedaton Terrace D9/03, BSB City, Semarang. WA : 082 136 424 089. Rekanan : PSIKOLOGI INDUSTRI & MANAJEMEN "Dr.Constantinus & Rekan".
Rabu, 25 Maret 2026
Jumat, 20 Maret 2026
Alasan saya memakai istilah Praktisi Manajemen SDM
Menjadi Psikologi dengan keahlian Industri dan Organisasi adalah jalan hidup bagi saya, meski saya tidak pernah mencita-citakannya; setidaknya sampai saya berumur 38 tahun di tahun 2008. Cita-cita saya adalah bekerja sebagai insinyur di bidang perikanan, atau menjadi ilmuwan di laut. Tetapi kenyataan berkata lain. Saya bekerja di bank, kuliah lagi di bidang manajemen pemasaran, kuliah lagi di bidang hukum perusahaan / perbankan, dan kuliah lagi di bidang psikologi karena harus mengembangkan sumberdaya manusia di perusahaan tempat saya bekerja. Setelah itu, saya kuliah lagi di program S-2 profesi psikolog (kurikulum lama) dengan keahlian psikologi industri & organisasi. Semua itu saya lakukan karena saya harus menjalankan peran sebagai Direktur HRD di sebuah group perusahaan.
Tahun 2022 saya meminta pensiun dini dari perusahaan itu, untuk membuka Biro Psikologi milik saya sendiri, selain menjadi Dosen di bidang Psikologi & Industri. Konsentrasi saya adalah menemani orang tua (dalam mendidik anak) maupun remaja serta dewasa untuk memahami jalan hidup guna memasuki dunia kerja. Pada awalnya saya memberikan konsultasi (dengan kata-kata), tetapi karena tidak efektif dalam memcahkan masalah, saya akhirnya memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) menggunakan peralatan pendukung yang nyata (ada barangnya).
PRAKTISI MANAJEMEN SDM
Salah satu tugas saya ketika belum pensiun dari sebuah group perusahaan adalah menjadi Direktur HRD (Human Resources Department) mulai tahun 2002 sampai 2022. Rekrutmen (menjaring pelamar), seleksi, penempatan, promosi, demosi, pensiun karyawan di group perusahaan tersebut adalah pekerjaan yang saya jalani selama 20 (dua puluh tahun). Dan ketika melakukan seleksi penerimaan karyawan baru, saya menghadapi kenyataan ada banyak pelamar yang tidak diterima bekerja. Sering saya berkata kepada para asisten saya, "Para pelamar ini memiliki potensi yang baik dan cocok dengan lowongan kerja yang ada, tetapi potensi itu belum dirubah menjadi kompetensi kerja (pengetahuan praktis + keterampilan praktis + sikap praktis dalam menjalankan suatu pekerjaan). Jadi, ya mereka tidak bisa diterima." Atau saya juga sering berkata kepada para asisten saya, "Para pelamar ini memiliki potensi yang baik tetapi tidak cocok dengan lowongan kerja yang ada. Seharusnya mereka berani merantau ke luar kota atau ke luar propinsi atau ke luar pulau atau bahkan ke luar negeri untuk mendapatkan pekerjaan yang cocok dengan potensi mereka. Tentu saja, potensi itu juga harus dikonversi menjadi kompetensi kerja supaya mereka bisa diterima." Ketika para asisten saya bertanya, apa penyebabnya mereka seperti itu, saya menjawab, "Para pelamar ini dan juga para orang tua mereka tidak memiliki mentor yang memberitahu secara praktis."
Setelah pensiun dari group perusahaan itu, saya menjalankan Biro Psikologi dengan konsentrasi mendukung kesiapan sumberdaya manusia di masyarakat untuk semakin siap memasuki dunia kerja sesuai dengan potensi yang mereka miliki dan juga kompetensi yang sudah mereka bangun berdasarkan potensi yang mereka miliki. Kenyataannya, ini harus dimulai sejak masih kanak-kanak, sehingga peran orang tua untuk menemani anak di usia kanak-kanak dalam mengenali dan membangun potensi + kompetensi sangat penting. Orang tua juga masih berperan penting dalam menemani anak ketika anak sudah remaja (usia SMP / sederajat dan SMA / sederajat). Bahkan dalam budaya di Indonesia, orang tua juga masih berperan penting dalam menemani anak di usia dewasa awal mereka (masa kuliah S-1). Slogan yang dipakai masih menggunakan slogan HOLIPARENT Reserach & Education yang saya dirikan bersama istri di tahun 2012, yaitu "Menemani Anak = Mencerdaskan Bangsa".
Meskipun sama-sama mengurusi manusia, saya tidak lagi menyebut diri saya sebagai praktisi HRD. Alasannya, praktisi HRD diartikan sebagai orang yang mengurusi manusia yang bekerja di perusahaan sebagai karyawan. Saya memilih menggunakan istilah praktisi Manajemen Sumberdaya Manusia (Manajemen SDM), karena sumberdaya manusia itu memiliki cakupan luas, yaitu orang-orang yang ada di masyarakat, yang melakukan pekerjaan untuk berproduksi, entah sebagai karyawan maupun bukan karyawan.
MASALAH DIMULAI SEJAK MASA KANAK
Sepeda sebagai Sarana Menemani Anak
Pagi ini saya masih membersihkan sepeda saya. Sepeda warna oranye ini saya beli sekitar tahun 2011, sudah 15 tahun yang lalu. Sempat terlantar sejak tahun 2014 atau 2015, tiba-tiba saja saya tersadar untuk merawat sepeda ini setelah melihat foto-foto dan membaca tulisan-tulisan anak saya ketika dia kuliah di Belgia tahun 2022 - 2024. Ya, saya memang banyak belajar dari pengalaman anak saya.








_2.jpg)







































