Sabtu, 01 April 2023

(4) BELANDA - BELGIA - PERANCIS : Catatan Perjalanan


STASIUN ROTERDAM - CENTRAL : dari Schiphol (Amsterdam) naik kereta menuju Leuven, lewat Stasiun Roterdam - Centraal dan Stasiun Breda.

Amsterdam terletak di utara Roterdam. Roterdam terletak di utara Breda. Jadi, kereta kami berjalan ke arah selatan. Belgia ada di selatan Belanda.

Dari Stasiun Breda (Belanda), kereta yang kami naiki lewat Stasiun Anstwerpen - Centraal, kemudian ke Stasiun Mechelen.

Sampai di Stasiun Mechelen, Susan dan saya harus ganti / pindah ke kereta jurusan Mechelen - Leuven (tiket sudah kami beli + bayar secara online dari Semarang, sebelum kami berangkat jalan-jalan).

Susan dan saya harus berlari-lari menaiki anak tangga di Stasiun Mechelen sambil membawa tas-tas dan kopor-kopor kami, supaya kami tidak ketinggalan kereta dari Mechelen yang akan segera berangkat ke Leuven. Saya sempat bilang ke Susan, "Kalau lari-lari sambil membawa kopor begini, bisa auto-kurus. Ha ha ha...".

Akhirnya, kami bisa bernafas lega karena bisa duduk di kereta menuju Leuven. Harga tiket Stasiun Schiphol (Amsterdam, Belanda) ke Leuven (Belgia) adalah EUR 108 setara dengan Rp 1,8 juta untuk dua orang. Lama perjalanan adalah 1 jam 20 menit.


Akhirnya, Susan dan saya sampai di Stasiun Leuven, tempat kami duduk santai sejenak sambil menunggu Agatha (putri kami, mahasiswi S-2 Teknologi Pangan di KU Leuven) datang dari kampus Heverlee (Leuven) sepulang kuliah. Saat itu sudah pukul 19.15 CET (waktu Belgia), tapi masih terang benderang.

Puji Tuhan ! Akhirnya Agatha sampai di Stasiun Leuven !


(Bersambung)








(3) BELANDA - BELGIA - PERANCIS : Catatan Perjalanan

(Cerita sebelumnya) Kami berangkat hari Kamis 16 Maret 2023  pukul 00.23 WIB naik pesawat Qatar Airways dari Bandara Cengkareng, dan sampai di Doha (Qatar) hari Kamis 16 Maret 2023 pukul 05.15 waktu Doha. Kemudian kami melanjutkan perjalanan dengan Qatar Airways dari Bandaea Doha pukul 08.15 waktu Doha, dan sampai Bandara Schiphol (Amsterdam, Belanda) pukul 13.15 CET (waktu Belanda). 

Perjalanan dari Cengkareng (Jakarta) ke Doha sekitar 7,5 jam, sedangkan perjalanan dari Doha ke Schiphol (Amsterdam) sekitar 4,5 jam. Jadi total perjalanan 12 jam.

Harga tiket pesawat Cengkareng (Jakarta) - Schiphol (Amsterdam) transit di Doha untuk dua orang sekitar Rp 12,5 juta ditambah premi asuransi penerbangan untuk dua orang sekitar Rp 0,5 juta. 

Kami langsung membeli tiket pergi & pulang (pulanh tanggal 27 Maret 2023) dengan harga Rp 25 juta untuk dua orang, ditambah premi asuransi penerbangan Rp 1 juta untuk dua orang. Total Rp 26 juta. 

Meskipun ini bukan harga termurah, tapi ini adalah harga terbaik yang sesuai dengan jadwal jalan-jalan kami. Kami bisa mendapatkan harga ini karena kami sudah memesan tiket (dan membayar) pada 4 Februari 2023 untuk pesawat tanggal 16 Maret 2023 (lebih dari satu bulan sebelum waktu keberangkatan).

Oh ya, harga tiket pesawat terbang akan lebih mahal kalau membeli tiket semakin mepet dengan tanggal keberangkatan.

Kami juga membayar premi asuransi selama kami di Belanda - Belgia - Perancis (bukan di atas pesawat terbang) tanggal 16 sampai 27 Maret 2023 sejumlah Rp 0,5 juta. 

Setelah mendarat di Bandara Schiphol, Amsterdam (Belanda), kami naik kereta menuju Leuven. Kereta melalui beberapa kota di Belanda, seperti Roterdam (Belanda) dan Breda (Belanda), Antwerpen (Belgia) sebelum akhirnya kami harus pindah ganti kereta di Mechelen (Belgia).










Susan dan saya di dalam kereta dari Schiphol (Amsterdam, Belanda) ke Mechelen (Belgia) pada hari Kamis, 16 Maret 2023 pukul 15.43 CET sampai pukul 17.37 CET.


Tiket kereta dari Schiphol (Amsterdam, Belanda) ke Leuven (Belgia) juga sudah kami beli di Semarang pada tanggal 12 Maret 2023. Harga tiket untuk dua orang sekitar EUR 108 setara dengan Rp 1,8 juta. 
Lama perjalanan dari Schiphol ke Leuven adalah 1 jam 20 menit, dengan transit / ganti kereta di Stasiun Mechelen (Belgia).

Selain udara dingin dan orang (dan mobil / sepeda motor) yang berjalan di sisi kanan jalan, kami juga harus langsung beradaptasi dengan cara berjalan orang-orang yang cepat sekali. Kami tidak bisa berjalan santai seperti di Indonesia (kalau tidak mau ditabrak sesama pejalan kaki). Ha ha ha...

Pada saat pindah / ganti kereta di Stasiun Mechelen, Susan dan saya juga harus berlati-lari mengejar kereta Mechelen - Leuven yang akan segera berangkat. Kami harus berlari menaiki anak tangga dengan membawa tas-tas dan kopor-kopor kami. Memang harus sigap ! 














(Bersambung)


Jumat, 31 Maret 2023

(2) BELANDA - BELGIA - PERANCIS : Catatan Perjalanan

Susan dan saya kemudian makan siang di Stasiun Gambir. Setelah itu kami naik taksi online menuju Bandara Cengkareng.



 
Susan dan saya menunggu di Bandara Cengkareng sejak sore sekitar pukul 17.00 WIB, padahal pesawat Qatar Airways baru berangkat pukul 00.23 WIB. Tetapi bagi kami, lebih baik menunggu di Bandara Cengkareng daripada terjebak kemacetan lalu lintas.






Kamis tanggal 16 Maret 2023 pukul 05.15 Waktu Doha, Susan dan saya sampai di Bandara Doha (Qatar). 




Kami bisa duduk-duduk santai sejenak di Bandara Doha, sebelum akhirnya terbang lagi naik pesawat Qatar Airways pukul 08.15 Waktu Doha menuju Bandara Schiphol, Amsterdam (Belanda). 

Kamis 16 Maret 2023 pukul 13.15 CET (Central European Time, sama dengan Waktu Amsterdam), pesawat Qatar Airways yang kami tumpangi mendarat di Bandara Schiphol, Amsterdam (Belanda). Hal pertama yang kami lakukan adalah membeli kartu perdana SIM (Subscriber Identity Module / Subscriber Identification Module) untuk handphone kami. 

Susan dan saya masing-masing membeli kartu perdana LYCA MOBILE di sebuah toko di Bandara Schiphol seharga EUR 40 setara Rp 650.000 untuk kuota internet sejumlah 10 GB. Jadi kami berdua membayar EUR 80 setara 1,3 juta untuk mendapatkan kuota internet 20 GB. Memang harganya jauh lebih mahal dibandingkan kuota internet di Indonesia (dengan harga Rp 125.000 sudah mendapatkan kuota internet 50 GB). Tetapi, kami tidak punya pilihan. Ha...ha...ha...



Setelah punya kartu perdama SIM LYCA MOBILE, kami bisa bertukar pesan lewat WA dengan Agatha (putri kami) yang saat itu sedang kuliah di Leuven (Belgia). Kami janjian untuk bisa bertemu dengan Agatha di Stasiun Leuven (Belgia) sore itu. 

Udara dingin dan rasa lapar membuat kami membeli roti di Toko Albert Heijn di Bandara Schiphol. Rotinya masih hangat, karena langsung dibuat di toko itu. Harga satu roti rata-rata EUR 1 setara dengan Rp 16.000. Itu harga yang wajar. Rotinya enak dan ukurannya relatif besar.


(Bersambung)

 







(1) BELANDA - BELGIA - PERANCIS : Catatan Perjalanan

Sebelum jalan-jalan ke Belanda - Belgia - Perancis : Susan (istri saya) dan saya di Semarang

Pada tanggal 15 - 29 Maret 2023, Susan (istri saya) dan saya berkesempatan jalan-jalan ke Belanda - Belgia - Perancis naik kereta api dan bis. Karena Susan dan saya tidak menggunakan jasa tour & travel, maka semua jadwal dan tiket kereta / bis serta hotel kami pesan sendiri lewat internet, sesuai agenda jalan-jalan yang juga kami susun sendiri. Dengan demikian kami bisa mengunjungi Oom Rinus di Arnhem (Belanda) dan Tante Trui di Amsterdam (Belanda), ziarah ke Lourdes (Perancis) bersama Agatha (putri tunggal kami, mahasiswi Master of Food Technology di KU Leuven dan UGent, Belgia) secara leluasa sesuai keinginan kami. Tentu saja, Susan, Agatha, dan saya juga jalan-jalan ke kampus Universitas Gent dan KU Leuven, selain ke berlari-lari mengejar kereta api dan mengunjungi museum.

Susan dan saya berangkat dari Stasiun Gambir, Semarang pada hari Rabu tanggal 15 Maret 2023 pukul 06.15 WIB.

Kami membawa dua koper besar ukuran 24 inci. Koper ini memang tidak bisa ditaruh di kabin, dan harus dimasukkan ke bagasi pesawat. 

Kami memulai perjalanan dengan naik kereta dari Stasiun Tawang (Semarang) ke Stasium Gambir (Jakarta) pada hari Rabu 15 Maret 2023 pukul 06.15 - 11.35 WIB. Kami naik kereta Argo Sindoro dengan harga tiket untuk dua orang Rp 660.000.
 
Susan berfoto di Stasiun Gambir : Rabu siang, 15 Maret 2023 kami sampai di Stasiun Gambir, Jakarta

Stasiun Gambir, 15 Maret 2023 pukul 11.35 WIB : Susan dan saya.


(Bersambung)

 

Senin, 06 Februari 2023

Menemani Anak = Mendukung Gagasan Anak


 Universiteit Gent, Belgium : Agatha sejak 2 September 2022 kuliah Master di UGent (Belgium) dan sejak 9 Februari 2023 melanjutkan kuliah Master di KU Leuven (Belgium)

 "Kok kuliahnya jauh sekali," begitu kata beberapa orang setelah tahu bahwa Agatha, putri kami semata wayang, melanjutkan studi S-2 di Bioscience Engineering, Food Technology di Belgia.

Saya dan istri saya belum pernah ke sana, dan jujur saja, kami juga tidak mengira kalau Belgia itu harus ditempuh 16 jam dari Indonesia naik pesawat terbang. 

Ya, Agatha sendiri yang sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar ingin kuliah di luar negeri, terutama di Eropa. Agatha juga yang sejak masih di Sekolah Dasar sangat tertarik dengan Ilmu Pangan. Sebagai karyawan biasa, saya dan istri saya juga tidak ada dana khusus untuk membayar kuliah anak ke luar negeri. Dan kondisi keuangan ini secara terbuka kami ceritakan kepada Agatha. Satu lagi : kami juga mengatakan bahwa kami mendukung pilihan Agatha tentang studi di bidang apa dan di mana.

Sebagai orang tua, tentu saja berdoa dan berupaya merupakan sesuatu yang alamiah dan wajar. Kami mendukung keputusan Agatha untuk kuliah S-1 di Teknologi Pangan Unika Soegijapranata Semarang. Uang kuliah Agatha masih dari kami, sambil Agatha juga menabung dan mendapatkan penghasilan dari berbagai kegiatan yang dilakukannya. 

Pada saat Agatha memutuskan "berburu" beasiswa ke Eropa, kami juga mendukung dalam doa dan upaya. Upaya kami, menyediakan "cadangan dana" untuk Agatha kuliah di luar negeri, meskipun jumlahnya tidak seberapa. Yang pasti, kami juga berdoa supaya Agatha diterima di universitas idamannya, dan mendapatkan beasiswa.

Syukur kepada Tuhan, pada bulan Februari 2022 Agatha diterima di KU Leuven, Belgia. Pada bulan Juni 2022, Agatha mendapatkan anugerah dari Tuhan : beasiswa penuh untuk studi Master of Food Technology di KU Leuven.

Sebenarnya, apa yang ingin saya sharingkan di sini ? Dalam doa dan upaya, Tuhan akan memberikan yang terbaik supaya orang tua dapat menemani anak.

Jadi, setiap kali ada yang berkata tentang putri kami "kok kuliahnya jauh sekali", saya dan istri akan menjawab dengan santai : sudah jalan hidupnya, biar dijalani saja. 

Selamat menemani anak !

"Menemani Anak = Mencerdaskan Bangsa"

[Tulisan oleh Dr. Constantinus, MM, MM, M.Psi, Psikolog]

[Wonodri - Anjasmoro, Semarang, 6 Februari 2023, 10.20 WIB]

Kamis, 26 Januari 2023

Menemani Anak = Mendukung Anak Tumbuh Normal

Sarapan soto setelah jalan kaki di pagi hari : Dr. Constantinus & Dr. Susana 


Pagi hari adalah saat saya ngobrol dengan istri sambil jalan kaki mengelilingi danau (buatan) BSB, Semarang. Karena sama-sama berlatar belakang psikologi, manajemen, dan ilmu lingkungan, maka obrolan juga tidak jauh-jauh dari ilmu-ilmu itu.

Kali ini, obrolan kami adalah tentang "menemani anak". HOLIPARENT sendiri memiliki motto "menemani anak = mencerdaskan bangsa". Tapi, menemani anak yang seperti apa ?

Ada kasus yang kami temui, di mana orang tua "menemani anak" tapi "dalam arti yang salah". Karena "terlalu sayang" dengan anak-anaknya, sepasang suami istri selalu mengantar jemput anak-anaknya sekolah, bahkan sampai kuliah (kebetulan mereka memiliki perusahaan sendiri, sehingga tidak dimarahi pemilik perusahaan). Meskipun di rumah mereka ada sepeda motor dan juga mobil, tetapi anak-anak tidak didukung (bahkan cenderung dilarang) untuk mengendarainya. 

Apa yang terjadi ?

Anak-anak justru merasa dikekang dan akhirmya menjadi tidak mandiri. Dalam diri anak-anak muncul protes kepada orang tuanya : kenapa mereka tidak dibiarkan tumbuh normal seperti remaja lain pada umumnya ?

Dan, sebenarnya ada masalah yang masih menghadang : saat mereka nantinya masuk ke dunia kerja, mereka akan kerepotan menjawab pertanyaan dari psikolog tentang "kenapa mereka tidak mandiri naik sepeda motor ?" Pertanyaan (-pertanyaan) seperti ini diajukan psikolog untuk mengukur "seberapa jauh seseorang tumbuh secara normal sebagai remaja maupun orang dewasa".

Jadi, "menemani anak" itu tetap harus dilakukan dengan memperhatikan "normalnya orang" melakukan kegiatan apa saja sesuai umur anak.

Selamat menemani anak !

"Menemani Anak = Mencerdaskan Bangsa".


[Ditulis oleh Dr. Constantinus, MM, MM, M.Psi, Psikolog sebagai hasil obrolan dengan Dr. Susana Adi Astuti, MM, M.Si]

[Warung Soto Pak Parto, Jalan Wonodri Semarang, 6 Februari 2023, 08.48 WIB]

Selasa, 24 Januari 2023

Mendukung KECERDASAN Anak dengan PANGAN Berkualitas

 Holiparent Food Division adalah Divisi Holiparent untuk Riset & Edukasi tentang Pangan untuk KESEHATAN & KECERDASAN


Direktur :  Bernardine Agatha Adi Konstantia, S.T.P. (sedang studi lanjut S-2 Bioscience Engineering di KU Leuven & Gent University, Belgia)


Staf Ahli #1 : Dr. Susana Adi Astuti, S.Pi
Staf Ahli #2 : Dr. Constantinus, S.Pi



 Kantor HOLIPARENT FOOD DIVISION
Kedaton Terrace D9/03, BSB, Semarang

Jumat, 21 Oktober 2022

PSIKOLOGI KERJA : Psikotes, Kompetensi, dan Hasil Kerja


Tentang PSIKOLOGI KERJA : ❤️ Tuntutan PSIKOLOGI (tujuan hidup, kecerdasan, kepribadian, minat bakat), ❤️ Tuntutan KOMPETENSI (pengetahuan kerja, ketrampilan kerja, sikap kerja), dan ❤️ HASIL kerja. Semoga berguna untuk menambah wawasan kita bersama....


HOLIPARENT Research & Education
Kedaton Terrace D9/03, BSB, Semarang 50212
skot.holiparent.com
Phone / WA : 0852 1540 6189, 0821 3642 4089