Kamis, 15 September 2022

Menemani Anak : Hipnoterapi untuk Parenting Remaja & Dewasa Awal


 

Kasus-kasus yang saya tangani sebagai seorang psikolog antara lain tentang PARENTING REMAJA & DEWASA AWAL, di mana orang tua merasa bahwa anaknya tidak mau mengikuti saran atau arahan orang tua. Tidak jarang, anak yang ketika masih SD atau SMP dengan mudah mengikuti saran atau arahan orang tua, ketika SMA atau sudah kuliah sudah tidak mau lagi memgikuti saran atau arahan orang tua.


HOLIPARENT sejak tanggal 8 Mei 2012 hadir untuk memberikan layanan kepada para orang tua, supaya orang tua dapat menjalankan parenting dengan prinsip "menemani anak = mencerdaskan bangsa". HOLIPARENT sendiri berasal dari dua kata, yaitu HOLI dan PARENT. HOLI adalah potongan kata HOLISTIK, sedangkan PARENT adalah potongan kata PARENTING. Jadi, HOLIPARENT adalah partner para orang tua dalam menjalankan PARENTING SECARA HOLISTIK : menggunakan ilmu psikologi, manajemen, pangan, kesehatan, lingkungan, dan sebagainya. Intinya, orang tua diajak untuk TERUS BELAJAR supaya dapat menjalanlan PARENTING SESUAI KEMAJUAN ZAMAN sekarang ini (dan masa depan).


HOLIPARENT sekarang ini fokus pada PARENTING REMAJA & DEWASA  AWAL dengan ORIENTASI DUNIA KERJA. Ini didasarkan pada kebutuhan nyata klien-klien HOLIPARENT, di mana orang tua sangat perlu menambah pengetahuan, pemahaman, dan ketrampilan untuk MENEMANI ANAK yang sudah SMA atau KULIAH supaya TUJUAN HIDUP, KECERDASAN, KEPRIBADIAN, MINAT BAKAT, KOMPETENSI & PENGALAMAN, dan PENDIDIDIKAN-nya sesuai dengan DUNIA KERJA yang DIPILIH untuk DIMASUKINYA.


Fakta bahwa ada banyak orang tua yang DIDASARKAN NIAT BAIK memberikan saran dan arahan kepada anaknya (SMA / KULIAH) namun ternyata saran / arahan itu SUDAH KEDALUWARSA karena tidak sesuai dengan ZAMAN SEKARANG, membuat HOLIPARENT membuka KONSULTASI SECARA ONLINE tentang HIPNOTERAPI dengan maksud : (1) Orang tua mengatasi HAMBATAN BELAJAR LAGI supaya dapat memberikan saran / arahan kepada anak SESUAI DUNIA KERJA MASA KINI, (2) Orang tua mengatasi HAMBATAN MENGOMUNIKASIKAN saran / arahan supaya dapat memberikan saran / arahan kepada anak SESUAI TEKNIK KOMUNIKASI MASA KINI.



Tetap berdoa, tetap berupaya, tetap semangat dalam menemani anak !

"Menemani Anak = Mencerdaskan Bangsa"

*Ditulis oleh Dr. Constantinus, CH, CHt, MM, MM, M.Psi, Psikolog (psikolog & hipnoterapis di HOLIPARENT)

Menemani Anak : Bagi yang Mau Belajar Hipnoterapi



 

Senin, 12 September 2022

Menemani Anak : BERBAGI CERITA TENTANG BEASISWA


 Agatha di Centrum, Kota Gent, Belgia

Sejak terbitnya edisi perdana pada 8 Mei 2022, HOLIPARENT berbagi cerita tentang "menemani anak = mencerdaskan bangsa". Saat tulisan ini ditulis, HOLIPARENT berusia lebih dari 10 tahun. Tentu ada banyak cerita tentang "menemani anak = mencerdaskan bangsa" yang sudah ditulis, ada pula cerita-cerita yang terlewatkan. 

Sejalan dengan waktu, Agatha (anak kami semata wayang) saat ini sudah berusia 23 tahun dan sedang melanjutkan studi S-2 di bidang Teknologi Pangan di KU Leuven, Belgia. Dan, HOLIPARENT akan berbagi cerita (tanpa bermaksud menggurui) tentang proses yang kami jalani sebagai orang tua dalam menemani anak. 

Semoga cerita-cerita ini memberikan gambaran kepada para orang tua tentang menemani anak berdasarkan minat bakat anak.

Semoga kita semua selalu dalam berkat dan perlindungan Tuhan Yang Mahaesa.

"Memenami Anak = Mencerdaskan Bangsa"


----- oOo -----


Ditulis oleh Dr. Susana Adi Astuti, S.Pi, MM, M.Si dan Dr. Constantinus, S.Pi, S.Psi, MM, MM, M.Psi, Psikolog, CH, CHt.

Rabu, 09 Februari 2022

Green Parenting

        


        When the President of the Republic of Indonesia launched the "Green Taxonomy" on January 20, 2021, this was a positive thing for observers and practitioners of "Sustainable Business". 

        So, what will holiparent do after the launch of this "Green Taxonomy" ? What holiparent does is upgrade the discussion material to be more green-oriented. 

        Based on research conducted by Dr. Constantinus (2021), it is necessary to have local wisdom and green psychological conditions to support the realization of an environmentally friendly business as referred to in the "Green Taxonomy". Local wisdom is the wisdom to care for the environment. The green psychological condition is a psychological condition that includes environmental intelligence, personality, and social interest. In addition, pro-environmental behavior is also needed as an intermediary of local wisdom and green psychological conditions to realize performance that is not only oriented to financial profit, but also environmental sustainability and the welfare of the whole community. 

        Thus, holiparent encourages parents to understand environmental-oriented local wisdom. Parents also become aware of the condition of green psychology, and are more active in accompanying their children to behave in an environmentally friendly manner. The goal is to accompany children to have environmental leadership in sustainable business; not only pursuing financial gain, but also realizing environmental sustainability and community welfare. 

        Happy accompanying the children !

        "Accompanying Children = Educating the Nation"


Pada saat Presiden Republik Indonesia meluncurkan "Taksonomi Hijau" tanggal 20 Januari 2021, hal ini merupakan hal positif bagi pemerhati dan praktisi "Bisnis Berkelanjutan". 

        Lantas, apa yang akan dilakukan holiparent setelah peluncuran "Taksonomi Hijau" ini ? Yang dilakukan holiparent adalah meng-upgrade materi diskusi menjadi lebih berorientasi lingkungan hidup.

        Berdasarkan riset yang dilakukan Dr. Constantinus (2021), diperlukan adanya kearifan lokal dan kondisi psikologi hijau untuk mendukung terwujudnya bisnis ramah lingkungan sebagaimana dimaksud dalam "Taksonomi Hijau". Kearifan lokal adalah kearifan untuk merawat lingkungan hidup. Adapun kondisi psikologi hijau adalah kondisi psikologi yang mencakup kecerdasan lingkungan hidup, kepribadian, dan minat sosial. Selain itu, diperlukan juga perilaku ramah lingkungan sebagai perantara dari kearifan lokal dan kondisi psikologi hijau untuk mewujudkan kinerja yang tidak semata-mata berorientasi laba keuangan, tetapi juga kelestarian lingkungan hidup dan kesejahteraan seluruh masyarakat.

        Dengan demikian, holiparent mendorong orang tua untuk memahami kearifan lokal yang berorientasi kelestarian lingkungan hidup. Orang tua juga menjadi sadar akan kondisi psikologi hijau (psikologi ramah lingkungan), dan lebih aktif dalam mendampingi anak-anaknya untuk berperilaku ramah lingkungan. Tujuannya adalah untuk menemani anak memiliki kepemimpinan lingkungan dalam bisnis yang berkelanjutan; tidak hanya mengejar keuntungan finansial, tetapi juga mewujudkan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

        Selamat menemani anak !

        "Mendampingi Anak = Mencerdaskan Bangsa"

Dr. Constantinus, Psychologist

Feb 6th, 2021


Edisi dwi bahasa ditujukan untuk pembaca Indonesia dan pembaca internasional. 

This bilingual edition is intended for Indonesian readers and international readers.


Selasa, 08 Februari 2022

Menemani Anak, Mencerdaskan Bangsa


Tulisan ini dibuat menjelang hari ulang tahun holiparent yang ke-10 tanggal 8 Mei 2022.

This article was written ahead of holiparent's 10th birthday on May 8, 2022.

Kelahiran holiparent ditandai dengan tulisan pertama di holiparent.blogspot.com. Saat ini, holiparent menggunakan alamat skot.holiparent.com.

   Holiparent's birthday is marked with the first post on holiparent.blogspot.com.       Currently, holiparent uses the address skot.holiparent.com.

Slogan yang diangkat oleh holiparent adalah “Menemani Anak = Mencerdaskan Bangsa”.

        Holiparent's slogan is "Accompanying Children = Educating the Nation".

Slogan ini digunakan berdasarkan kenyataan yang dihadapi oleh para pendiri holiparent, bahwa masih ada kejadian di mana anak menjadi objek dari kekuasaan dan kejayaan yang hendak diraih oleh orang tuanya. Anak disuruh ini dan itu untuk dalam pendidikan (maupun dalam pekerjaan saat dia sudah dewasa), tanpa memperhatikan minat dan bakat anak. Akibatnya, anak menjadi stres atau memberontak. Pemberontakan ini muncul saat dia sudah kuliah di perguruan tinggi, atau ketika dia SMA, bahkan saat dia SMP. Orang tua tidak menemani anak dalam pendidikan maupun pekerjaan, sesuai minat dan bakat anak.

        This slogan is used based on the reality faced by the founders of holiparent, that there are still incidents where children become objects of power and glory that their parents want to achieve. Children are told this and that for education (as well as in work when he is an adult), regardless of the child's interests and talents. As a result, the child becomes stressed or rebellious. This rebellion arose when she/he was already in college, or when she/he was in senior high school, even when she/he was in junior high school. Parents do not accompany children in education or work, according to her/his interests and talents.

Sepuluh tahun berlalu. Agatha, salah seorang pendiri holiparent saat itu masih berusia 13 tahun, dan menjadi jurnalis di SMP-nya. Dia sekarang sudah menyelesaikan sarjana di bidang teknologi pangan, dan tetap menjadi penulis, sambil mempersiapkan diri melanjutkan ke pendidikan master teknologi pangan.

        Ten years passed. Agatha, one of the founders of holiparent, was 13 years old at the time, and was a journalist in her junior high school. She has now completed his bachelor's degree in food technology, and remains a writer, while preparing to continue her education for a master's in food technology.

Susan, pendiri holiparent, saat itu belum memulai pendidikan master di bidang psikologi sosial, apalagi pendidikan doktor di bidang psikologi lingkungan. Susana sekarang sudah menyelesaikan pendidikanpendidikan itu.

        Susan, the founder of holiparent, had not yet started her master's degree in social psychology. She has now completed her master's in social psychology, as well as a doctorate in environmental psychology.

Tinus, juga pendiri holiparent, di tahun 2012 juga belum memulai pendidikan master di bidang psikologi industri / organisasi, apalagi pendidikan doktor di bidang psikologi lingkungan. Tinus sekarang sudah menyelesaikan pendidikan-pendidikan itu.

        Tinus, also the founder of holiparent, in 2012 also did not start his master's education in industrial / organizational psychology. Now Tinus has completed his master's education in industrial / organizational psychology, and completed a doctoral degree in environmental psychology.

Saat ini, holiparent melihat perlunya orang tua memiliki ketrampilan untuk menemani anak supaya anak pada saat memasuki dunia kerja sudah memiliki kepemimpinan lingkungan yang bukan sebatas mengejar keuntungan keuangan, tetapi juga mewujudkan tanggung jawab sosial dan lingkungan hidup. Anak dengan demikian akan menjadi pemimpin yang mewujudkan bisnis berkelanjutan yang ramah sosial dan ramah lingkungan.

        Currently, holiparent considers that parents must have the skills to accompany children so that children have environmental leadership. Thus, when she/he is an adult, she/he works not only for the pursuit of financial gain, but also for realizing social and environmental responsibilities. He will be a leader who realizes a sustainable business that is socially and environmentally friendly.





“Menemani Anak = Mencerdaskan Bangsa”.
"Accompanying Children = Educating the Nation".


Edisi dwi bahasa ditujukan untuk pembaca Indonesia dan pembaca internasional. 
This bilingual edition isintended for Indonesian readers and international readers.



Senin, 07 Februari 2022

Ngobrol Bareng Slontrot: Pemimpin

 



"Menemani Anak Ramah Lingkungan, Mencerdaskan Bangsa"


Artikel ini ditulis oleh 
Dr. Constantinus, S.Pi, S.Psi, MM, MM, M.Psi, Psikolog.

Rabu, 01 September 2021

Cobek Batu: Mengamati dan Mengasah Kreasi di Masa Pandemi

 


Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak terkasih,

Kondisi pandemi Covid-19 dan kegiatan pembatasan  masyarakat masih belum memungkinkan kita untuk bisa beraktivitas di luar rumah seperti biasanya. Bekerja dan belajar dari rumah menjadi salah satu upaya kita bersama untuk memutus rantai persebaran virus dan mewujudkan Indonesia sehat. Kita semua tentu berharap keadaan akan segera membaik sehingga tercipta lingkungan yang aman dan kondusif bagi kehidupan kita bersama.

Meskipun sebagian besar aktivitas kita kini berada di dalam rumah, hal itu tak boleh menyurutkan dan membatasi kita untuk menemani anak dalam berkreasi, berpikir kreatif, dan mengeksplorasi minat dan lingkungan sekitarnya untuk mengisi waktu berharga mereka.

Berkegiatan dari rumah ternyata mengajarkan banyak hal kepada kita untuk memberikan fokus kepada hal-hal yang mungkin selama ini terlewat atau luput dari pengamatan kita. Ternyata ada banyak kegiatan sederhana yang dilakukan sehari-hari di dalam rumah yang bisa menjadi obrolan asyik dengan anak.

Beberapa waktu lalu, kami sekeluarga rindu makan petis sayur dan tahu petis kesukaan kami. Biasanya, kami sering jajan petis sayur dan tahu petis ketika sedang  berjalan-jalan di kota Semarang. Namun karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk saat ini, kami pun berinisiatif untuk membeli petis secara online. Akses melalui gawai pintar terbilang mudah karena kami pun sudah mulai terbiasa membeli barang-barang kebutuhan sehari-hari melalui aplikasi digital ini. Harganya pun terjangkau. Kami mendapatkan petis 1 kg seharga Rp25.000 yang pengirimannya sampai hanya dalam dua hari.

Ketika mulai menyiapkan petis, kami tertarik dengan cobek batu yang biasa digunakan untuk mengulek dan mencampurkan bawang putih geprak dengan petis yang sudah dimasak sebelumnya. Cobek batu atau layah beserta ulekan dari batu adalah salah satu alat masak yang sering dipakai di dapur rumah kami. Secara turun temurun, kami percaya bahwa cobek batu bisa membuat masakan jadi lebih sedap, lezat, dan nikmat. Tentu saja memang benar, apalagi jika makanan disantap dengan bumbu dan sambel cabai yang diulek di atas cobek tersebut.


Namun selain itu, ada yang menarik dari karakteristik cobek batu. Apabila diamati, cobek batu adalah salah satu piranti masak yang cukup unik. Ia memiliki tekstur permukaan yang bergeronjal dan tidak rata. Menariknya, ternyata permukaan yang tidak rata inilah yang justru kita manfaatkan untuk menghasilkan ulekan sambal yang sedap. Permukaan yang tidak rata dari cobek batu dapat dengan lebih mudah menggerus dan menghancurkan bahan-bahan masak yang kita ulek, seperti bawang putih geprak atau daun jeruk. Karena gesekan yang timbul dari permukaan cobek yang tidak rata itulah, minyak atsiri dari bahan-bahan masak lebih mudah keluar dari matriks sel tumbuhan. Minyak atsiri adalah komponen dalam tumbuhan yang membawa aroma wangi untuk masakan. Selain mengecilkan ukuran bahan, gerakan yang kita lakukan ketika memasak seperti mengulek di atas cobek dan menggeprak bawang putih juga memberikan gaya gesek dan menghancurkan bahan-bahan tersebut, sehingga memudahkan minyak beraroma wangi untuk keluar dari matriks sel daun jeruk, bawang putih, dan cabai yang kita ulek.


Cerita menarik tentang petualangan berkreasi dengan sayur petis dan tahu petis di dapur dapat diikuti selengkapnya melalui artikel di laman ini:

https://agathakonstantia2.blogspot.com/2021/08/petis-padu-padan-selera-hitam-manis.html?m=1

 


...

Ibu-Ibu dan Bapak-bapak yang terkasih,

Ternyata mengamati cobek batu di dapur bisa menjadi keasyikan sendiri untuk didiskusikan bersama. Apa lagi ya piranti dan alat masak di dapur yang menarik untuk didiskusikan?

 

Selamat mengeksplorasi rasa keingintahuan dan berpikir kreatif di dalam rumah!

 

"Menemani Anak, Mencerdaskan Bangsa"

 

...

Artikel ini ditulis oleh Bernardine Agatha Adi Konstantia. Sarjana Teknologi Pangan dan jurnalis lepas.

Ditulis pada Rabu, 1 September 2021 pukul 08.00-09.00

...

*Semua gambar dan foto yang dimuat di dalam artikel ini merupakan dokumen pribadi.

Sabtu, 23 Januari 2021

Holiparent Taman Kreatif : NGOBROL ONLINE dengan PARTNER / MAGANG KERJA


Syukur kepada Tuhan Yang Mahaesa, bahwa pada hari Jumat tanggal 22 Januari 2021 pk. 19.00 - 20.30 WIB telah dapat dilakukan kegiatan perdana program corporate social responsibility Holiparent Taman Kreatif (member of Holiparent Reserach & Education) bekerja sama dengan Psikolog "Constantinus & Rekan". 

Kegiatan perdana dilakukan lewat link Google Meet berupa Ngobrol Online, dihadiri oleh sebagian besar pendaftar (sebagian pendaftar tidak dapat mengikuti karena ada kendala jaringan internet di lokasi masing-masing). 

Di bawah ini adalah materi dari Ngobrol Online yang disampaikan sebelum sesi tanya jawab dengan para peserta, di mana para peserta antusian sekali mengajukan berbagai pertanyaan terkait program Partner / Magang Kerja ini.







 






















Di bawah ini adalah foto saat dilakukan Ngobrol Online tentang Partner / Magang Kerja di Holiparent Taman Kreatif & Psikolog "Constantinus & Rekan".






Dalam rangka menunjang tertib administrasi karena program Partner / Magang Kerja ini juga berkaitan dengan masyarakat luas sebagai subjek layanan kegiatan sosial, maka telah diterbitkan Surat tentang Nomor Induk Partner / Magang Kerja. Berdasarkan Nomor Induk ini, maka peserta dapat meminta kepada Direktur Holiparent Taman Kreatif untuk dibuatkan Surat Tugas yang berlaku selama 1 (satu) bulan dan Surat Keterangan sebagai Partner / Melakukan Magang Kerja setelah melakukan kegiatan sosial selama 1 (satu) bulan sejak diterbitkannya Surat Tugas. 




Selamat menjadi PARTNER / MAGANG KERJA di Holiparent Taman Kreatif, untuk melakukan kegiatan sosial mendampingi para orang tua dalam menemani anak dalam upaya menumbuhkembangkan kreativitas & kepemimpinan saintifik !

"Menemani Anak = Mencerdaskan Bangsa" 



-----oOo-----





Senin, 18 Januari 2021

Minat Bakat Anak (Bagian 1)


Dalam konsultasi kreativitas & kepemimpinan saintifik yang kami berikan kepada para orang tua, sering muncul pertanyaan tentang mana yang lebih penting : kecerdasan, kepribadian, atau minat bakat anak. Tentu saja kami menjawab bahwa semuanya itu penting, dan penting juga memahami apa sebenarnya kecerdasan itu, apa sebenarnya kepribadian itu, dan apa sebenarnya minat bakat itu, sehingga kita sebagai orang tua tahu betul apa yang harus kita lakukan dalam menemani anak (bukannya memaksakan kehendak kepada anak, bukan pula membiarkan begitu saja). 

Untuk itu, kami dari tim Holiparent Taman Kreatif membuat suatu framework yang (semoga) berguna bagi para orang tua untuk lebih jelas melihat hubungan antara kecerdasan, kepribadian, dan minat bakat anak. Sekedar informasi, saat kami menjalankan seleksi penerimaan karyawan baru bagi perusahaan-perusahaan, asesmen psikologi (biasa disebut dengan psikotes) juga meliputi ketiga hal ini (kecerdasan, kepribadian, minat bakat), di mana perusahaan pengguna meminta kami untuk membuat analisis & rekomendasi tentang pelamar yang mana yang sebaiknya diterima karena paling fit. Paling fit artinya di antara pelamar kerja yang ada, siapa yang kecerdasan, kepribadian, dan minat bakatnya paling memenuhi (atau paling mendekati) syarat kecerdasan, syarat kepribadian, dan syarat minat bakat yang sudah ditentukan (dibutuhkan) oleh perusahaan pengguna.


Bekerja dengan minat bakat

Framework Holiparent Taman Kreatif di atas justru pada prakteknya dilihat dari bagian kanan, yaitu minat bakat anak. Ada dua alasan tentang hal ini : (1) orang tua adalah pihak yang paling tahu tentang apa minat bakat anak, karena sehari-hari melakukan observasi / pengamatan tentang kegiatan yang disukai (hobi) maupun tidak disukai anak, tentang pekerjaan yang mampu dilakukan dengan sangat baik maupun dilakukan dengan kurang baik oleh anak, dan tentang cita-cita anak. (2) Dunia kerja (yang nantinya dimasuki anak ketika dia sudah dewasa) memang memilih orang yang paling berminat & berbakat di bidang pekerjaan tertentu untuk menjalankan pekerjaan yang ada di perusahaan. 

Dengan demikian, minat bakat anak ini memang sangat penting untuk diketahui dengan baik oleh orang tua. Dengan demikian, anak dapat ditemani untuk tumbuh dan berkembang secara optimal dalam rangka menyiapkan dirinya (termasuk dalam bidang pendidikan) untuk memasuki dunia kerja kelak ketika dia  sudah dewasa. 


(Bersambung)


Selamat menemani anak.
"Menemani Anak = Mencerdaskan Bangsa"


----- oOo -----


Untuk informasi & konsultasi, silakan menghubungi lewat WA / HP : 0852 1540 6189


Holiparent Taman Kreatif berdiri tahun 2006, diunggah di skot.holiparent.com sejak 2012.



Holiparent Taman Kreatif dikelola oleh :
  • Dr. (Cand) Susana Adi Astuti, S.Pi, MM, M.Si (tengah)
  • Dr. (Cand) Constantinus, S.Pi, S.Psi, MM, MM, M.Psi, Psikolog (kanan, berbaju batik merah)
  • Bernardine Agatha Adi Konstantia (Cand. S.TP, aktivis pers kampus & latihan kepemimpinan; kiri, berbaju biru putih)



Asesmen psikologi dilakukan oleh Biro Psikologi "Constantinus & Rekan". Surat Izin Praktik Psikologi no. 1456-20-2-2.



Holiparent Taman Kreatif merupakan bagian dari Holiparent Research & Education
  • Kedaton Terrace D9/03, BSB City, Semarang
  • Elektron III Blok AA I/5, Permata Quanta, Permata Puri, Ngaliyan, Semarang
  • HP / WA : 0852 1540 6189
  • skot.holiparent.com