Sabtu, 16 Mei 2026

PRO-ENVIRONMENTAL BEHAVIOR & FOOD TECHNOLOGY

 


PRO-ENVIRONMENTAL BEHAVIOUR :

Environment, Agricultural Technology, Food Technology, and Industrial Psychology for a Healthy, Productive, and Prosperous Life

 

PERILAKU RAMAH LINGKUNGAN :

Lingkungan, Teknologi Pertanian, Teknologi Pangan, dan Psikologi Industri untuk Hidup yang Sehat, Produktif, dan Sejahtera

 





Sharing by Dr. Constantinus

for the HOLIPARENT FOOD DIVISION

(Member of Holiparent Research & Education)

+62 82 136 424 089

 

Sharing oleh Dr. Constantinus

untuk HOLIPARENT FOOD DIVISION

(Member of Holiparent Research & Education)

+62 82 136 424 089





Unlike most Psychologists in general, I first studied “Environmental Science” and “Industry” at the Faculty of Fisheries & Marine Sciences (formerly the Faculty of Animal Husbandry), researching the Recirculating Aquaculture System.

 

Berbeda dengan kebanyakan Psikolog pada umumnya, saya pertama-tama belajar tentang “Ilmu Lingkungan” dan “Industri” di Fakultas Perikanan & Kelautan (dulu Fakultas Peternakan), meneliti tentang Recirculating Aquaculture System.






After graduating as a Bachelor in the field of “Aquaculture Technology”, I always remember one of the discussions when I was still studying at the Faculty of Fisheries & Marine Sciences, namely the Minamata Tragedy.

 

Setelah lulus sebagai seorang Sarjana dalam bidang “Teknologi Akuakultur”, saya selalu teringat pada salah satu pembahasan ketika masih kuliah di Fakultas Perikanan & Ilmu Kelautan, yaitu tentang Tragedi Minamata.

 

The Minamata disaster was an environmental pollution disaster in Minamata City, Kumamoto Prefecture, Japan, in 1956. It was caused by the discharge of industrial wastewater containing methylmercury into Minamata Bay. Local residents who consumed fish products became physically and psychologically ill, resulting in what is known as Minamata Disease.

 

Tragedi Minamata adalah tragedi pencemaran lingkungan di Kota Minamata, Prefektur Kumamoto, Jepang, pada tahun 1956. Penyebabnya adalah pembuangan limbah cair yang mengandung metilmerkuri dari perusahaan ke Teluk Minamata. Masyarakat setempat yang memakan produk perikanan menjadi sakit secara fisik maupun psikis, yang disebut Penyakit Minamata.

 

After graduating, I worked for a company for 20 years. My job was "Quality Relationship Management." Memories of the Minamata Tragedy and the work of "Quality Relationship Management" led me to pursue further studies in Management Science, Law, Industrial Psychology, and Clinical Psychology. Ultimately, I completed my doctoral studies in Environmental Science.

 

Setelah lulus, saya bekerja di sebuah perusahaan selama 20 tahun. Pekerjaan saya adalah “Quality Relationship Management”. Kenangan tentang Tragedi Minamata dan pekerjaan “Quality Relationship Management” membuat saya kuliah lagi di bidang “Ilmu Manajemen”, “Ilmu Hukum”, “Psikologi Industri”, dan juga “Psikologi Klinis”. Pada akhirnya, saya menyelesaikan studi Doktoral saya di bidang “Ilmu Lingkungan”.

 

Currently, I am still continuing to study and disseminate ideas to many people (my students, fellow lecturers, and the wider community) about the importance of “understanding and protecting the environment, agricultural technology, and food technology” with “pro-environmental behavior” so that humans remain “healthy, productive, and prosperous”.


Sekarang ini, saya masih terus mempelajari dan menyebarluaskan gagasan kepada banyak orang (mahasiswa saya, rekan-rekan Dosen, dan masyarakat luas) tentang pentingnya “memahami dan menjaga lingkungan, teknologi pertanian, dan teknologi pangan” dengan “perilaku ramah lingkungan” supaya manusia tetap “sehat, produktif, dan sejahtera”.