PRO-ENVIRONMENTAL BEHAVIOUR :
Environment, Agricultural Technology, Food Technology, and Industrial
Psychology for a Healthy, Productive, and Prosperous Life
PERILAKU
RAMAH LINGKUNGAN :
Lingkungan,
Teknologi Pertanian, Teknologi Pangan, dan Psikologi Industri untuk Hidup yang
Sehat, Produktif, dan Sejahtera
Sharing by Dr. Constantinus
for the HOLIPARENT FOOD DIVISION
(Member of Holiparent Research & Education)
+62 82 136 424 089
Sharing
oleh Dr. Constantinus
untuk HOLIPARENT
FOOD DIVISION
(Member of
Holiparent Research & Education)
+62 82 136
424 089
Unlike most Psychologists in general, I first studied “Environmental Science” and “Industry” at the Faculty of Fisheries & Marine Sciences (formerly the Faculty of Animal Husbandry), researching the Recirculating Aquaculture System.
Berbeda
dengan kebanyakan Psikolog pada umumnya, saya pertama-tama belajar tentang “Ilmu
Lingkungan” dan “Industri” di Fakultas Perikanan & Kelautan (dulu Fakultas
Peternakan), meneliti tentang Recirculating Aquaculture System.
After graduating as a Bachelor in the field of “Aquaculture Technology”, I always remember one of the discussions when I was still studying at the Faculty of Fisheries & Marine Sciences, namely the Minamata Tragedy.
Setelah
lulus sebagai seorang Sarjana dalam bidang “Teknologi Akuakultur”, saya selalu
teringat pada salah satu pembahasan ketika masih kuliah di Fakultas Perikanan
& Ilmu Kelautan, yaitu tentang Tragedi Minamata.
The Minamata disaster was an environmental pollution disaster in Minamata City, Kumamoto Prefecture, Japan, in 1956. It was caused by the discharge of industrial wastewater containing methylmercury into Minamata Bay. Local residents who consumed fish products became physically and psychologically ill, resulting in what is known as Minamata Disease.
Tragedi
Minamata adalah tragedi pencemaran lingkungan di Kota Minamata, Prefektur
Kumamoto, Jepang, pada tahun 1956. Penyebabnya adalah pembuangan limbah cair
yang mengandung metilmerkuri dari perusahaan ke Teluk Minamata. Masyarakat setempat
yang memakan produk perikanan menjadi sakit secara fisik maupun psikis, yang
disebut Penyakit Minamata.
After graduating, I worked for a company for 20 years. My job was "Quality Relationship Management." Memories of the Minamata Tragedy and the work of "Quality Relationship Management" led me to pursue further studies in Management Science, Law, Industrial Psychology, and Clinical Psychology. Ultimately, I completed my doctoral studies in Environmental Science.
Setelah
lulus, saya bekerja di sebuah perusahaan selama 20 tahun. Pekerjaan saya adalah
“Quality Relationship Management”. Kenangan tentang Tragedi Minamata dan
pekerjaan “Quality Relationship Management” membuat saya kuliah lagi di bidang “Ilmu
Manajemen”, “Ilmu Hukum”, “Psikologi Industri”, dan juga “Psikologi Klinis”.
Pada akhirnya, saya menyelesaikan studi Doktoral saya di bidang “Ilmu Lingkungan”.
Sekarang
ini, saya masih terus mempelajari dan menyebarluaskan gagasan kepada banyak
orang (mahasiswa saya, rekan-rekan Dosen, dan masyarakat luas) tentang
pentingnya “memahami dan menjaga lingkungan, teknologi pertanian,
dan teknologi pangan” dengan “perilaku ramah lingkungan” supaya manusia
tetap “sehat, produktif, dan sejahtera”.



