Jumat, 25 Januari 2013

MEMUPUK CINTA TANAH AIR : RENUNGAN DARI FILM "HABIBIE DAN AINUN"





Tidak biasanya saya nonton film bioskop hanya berdua saja dengan istri saya, karena biasanya anak saya semata wayang pasti ikut serta. Tetapi siang hari itu (kebetulan hari libur nasional), anak saya lebih memilih untuk tinggal di rumah dan mengerjakan tugas dari sekolahnya yaitu membuat karya tulis.

Jadilah, istri dan saya menonton film bioskop berdua saja di salah satu bioskop di Semarang. Judul filmnya "Habibie dan Aiunun".

**********

Sebagai sebuah film, "Habibie dan Aiunun" menurut saya (dari segi Psikologi, karena saya adalah ilmuwan di bidang ini) menghadirkan nilai-nilai positif yang layak untuk direnungkan oleh para orang tua, untuk kemudian dapat diceritakan sebagai nilai luhur yang perlu dimiliki oleh anak. Nilai luhur itu adalah cinta kepada tanah air dengan keahlian yang ada. Jadi, keahlian itu bukan semata-mata atau bukan terutama untuk mendapatkan uang.

**********

Sebagai manusia, Profesor Dr. Ing. B. J. Habibie tentu tidak luput dari kekurangan. Tetapi rasa cintanya kepada tanah airnya, termasuk ketika pemikiran-pemikirannya juga tidak sepenuhnya dapat diterima oleh bangsanya sendiri, tidak membuatnya surut untuk tetap mencintai Indonesia.

Saya pribadi juga merenungkan hal ini : apakah saya sudah mencintai Indonesia dengan menggunakan / membeli barang-barang buatan Indonesia (sepanjang memang sudah ada yang buatan Indonesia) ?

Tokoh Habibie dalam film "Habibie dan Ainun" telah menunjukkan bahwa kita mestinya jangan "berbuat atau tidak berbuat" sekedar karena mencari uang saja, tetapi karena memang kita cinta kepada Indonesia.

**********

Selamat menemani anak.

"Menemani Anak = Mencerdaskan Bangsa"

-----o0o-----

Tulisan oleh Constantinus Johanna Joseph.

Penulis adalah lulusan Perikanan Universitas Diponegoro (1989-1995) dalam bidang aquaculture engineering. Belajar Hukum dan Psikologi di Universitas Semarang. Bekerja sebagai praktisi psikologi industri dan komunikasi bisnis (2002 - sekarang). Sebelumnya, bekerja di international service / export-import PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan di export marketing of yarn division PT Polysindo Eka Perkasa Tbk (Texmaco Group). Menjadi salesman buku, agen asuransi, dan guru les matematika & IPA sejak usia 19 tahun (setelah lulus dari SMA Kolese Loyola Semarang, Jurusan Fisika).