Rabu, 16 Mei 2012

ANAK TUNGGAL = PENYENDIRI ?


Tulisan ini tidak bermaksud memihak salah satu pendapat : lebih baik punya anak tunggal atau punya anak lebih dari satu. Tulisan ini menghormati keputusan dan pendapat masing-masing orang tua, sebagai hak asasinya dalam mempunyai anak. Tulisan ini dibuat dengan tujuan menjawab pertanyaan Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak yang kebetulan punya anak tunggal. Semoga dengan tulisan ini, Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak yang punya anak tunggal mendapatkan jawaban yang didasarkan pada penelitian ilmiah. 

Kepada Yth. Rekan-Rekan Psikolog dan Ilmuwan Psikologi, mohon maaf. Bukan bermaksud menggurui. Hanya sharing kepada Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak yang kebetulan bukan berlatar belakang pendidikan Psikologi. 
 =========================================================

Dalam banyak kesempatan melakukan sharing dengan Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak, sering muncul pertanyaan : Apakah anak tunggal = anak manja ? Menyendiri ?  Tidak dapat bergaul ?

Jawaban atas pertanyaan itu harus diberikan dengan hati-hati. Mengapa ? Karena masyarakat umum sudah berpendapat demikian. Anak tunggal = anak manja. Menyendiri. Tidak dapat bergaul.

Barangkali, Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak yang sharing dengan saya juga sudah tahu tentang pendapat umum yang beredar di masyarakat itu. Barangkali, mereka cuma mencari pembelaan, kalau ternyata mereka adalah orang tua dari anak tunggal.

Pendapat umum bahwa anak tunggal = anak manja, menyendiri, tidak dapat bersosialisasi ternyata tidak hanya ada di Indonesia. Sampai-sampai para peneliti psikologi di luar negeri juga melakukan penelitian ilmiah untuk menjawab pertanyaan : apakah pendapat umum itu benar ? 

Penelitian ilmiah memberikan hasil bahwa anak tunggal ternyata dapat bergaul dan bersaing secara sehat. Bahkan anak tunggal cenderung lebih dewasa dan termotivasi untuk mandapatkan harga diri lebih tinggi. Bisa jadi, karena orang tua lebih banyak mengisi waktu bersama anak tunggalnya, lebih memfokuskan perhatian dan banyak berkomunikasi dengan anak tunggalnya, lebih banyak melakukan kegiatan bersama anak tunggalnya.

Kesimpulan dari penelitian-penelitian ilmiah tersebut adalah : anak tunggal tidak berbeda dengan anak lain dalam penyesuaian diri atau pergaulan sosial.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak yang kebetulan memiliki anak tunggal. 

Sekali lagi, memiliki anak adalah hak asasi. Tunggal maupun tidak tunggal. Dan pendapat masing-masing orang tua juga merupakan hak asasi masing-masing. 

Selamat menemani anak dalam bermain dan belajar.
Selamat menumbuhkembangkan kreativitas anak.
"Menemani anak = mencerdaskan bangsa !"

-----o0o-----

  • Tulisan ini bukan iklan. Hanya bermaksud men-sharing-kan pengalaman dan pengetahuan.
  • Bagi Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak yang senang membaca buku yang agak tebal, buku dengan judul Human Development (Psikologi Perkembangan) tulisan Diane E. Papalia, Sally Wendkos Old, dan Ruth Duskin Feldman dapat dijadikan bahan bacaan yang bermanfaat (Harga Rp 166.000,-. Dapat dibeli di Toko Buku Gramedia atau toko buku lainnya).