Jumat, 02 November 2018

Menemani Anak : Memupuk Minat Bakat Kepemimpinan di Bidangnya

Kepemimpinan di bidang kepenulisan / jurnalistik
memerlukan dukungan dari orang tua, 
sejak anak masih di usia sekolah dasar
sampai dengan usia sekolah menengah,
sebagai bekal di usia dewasa.



Oleh :

Susana Adi Astuti, S.Pi, MM, M.Si
(Psikologi Sosial dan Lingkungan)

Constantinus, S.Pi, S.Psi, MM (Mktg), MM (SDM), M.Psi, Psikolog
(Psikologi Organisasi dan Lingkungan)


Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak pembaca blog inspirasi pendidikan kreatif Holiparent yang terhormat,

Masih terkait dengan tulisan edisi 1 Nopember 2018 tentang menemani anak sesuai tahap perkembangannya, tulisan edisi 2 Nopember 2018 ini menguraikan betapa kegiatan menemani anak itu sangat penting bagi masa depan anak, termasuk ketika anak memasuki dan meniti karir di dunia kerja (entah sebagai pemilik perusahaan, entah sebagai karyawan). Anak sudah harus ditemani sejak masih usia sekolah dasar (SD) supaya minat bakatnya berkembang sehingga bisa menjadi pemimpin di bidang tertentu. Kalau anak sudah terlanjur dewasa (usia kuliah), maka akan semakin sulit untuk ditemani / dididik supaya memunyai minat bakat kepemimpinan di bidang tertentu.

Mengapa anak perlu ditemani supaya minat bakatnya menjadi pemimpin (di bidang tertentu) bisa berkembang ?  Karena dalam kenyataannya, orang yang menjadi pemimpin memiliki kesejahtaraan yang baik (dibandingkan yang bukan pemimpin), dan setiap orang tua pasti ingin anaknya menjadi sejahtera dalam pekerjaannya kelak. Kesejahteraan itu merupakan anugerah dari Tuhan, dan manusia harus berdoa dan berusaha untuk itu. Salah satu bentuk usaha nyata dari orang tua adalah dengan menemani anak-anaknya untuk mengembangkan minat bakat kepemimpinan anak di bidangnya masing-masing.


*****

Tidak dapat dipungkiri bahwa ketika perusahaan mulai berkembang, diperlukan lebih banyak orang untuk menjalankan peran sebagai pemimpin di berbagai bidang yang ada dalam perusahaan itu. Di sini digunakan kata pemimpin, bukan manajer. Manajer adalah orang yang menjalankan manajemen perusahaan, dengan melakukan plan, do, check, dan action untuk perbaikan / penyempurnaan lebih lanjut. Sedangkan pemimpin adalah orang yang meyakinkan, memengaruhi, menggerakkan setiap orang di dalam timnya, supaya semua orang itu bergerak bersama, melakukan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai. Jelas bahwa perusahaan tidak sekedar membutuhkan orang-orang untuk menjalankan peran sebagai manajer (mulai dari manajer tingkat paling bawah yaitu supervisor). Perusahaan membutuhkan orang-orang untuk menjalankan peran sebagai pemimpin sekaligus manajer.

MINAT BAKAT KEPEMIMPINAN

Pertanyaannya adalah : apakah semua orang dapat dididik untuk menjadi pemimpin di bidangnya ? Jawabannya adalah : tidak, tidak semua orang dapat dididik untuk menjadi pemimpin di bidangnya. Hanya orang-orang yang memunyai bakat atau minimal minat tentang kepemimpinan, yang menjadi pemimpin. Orang dikatakan memiliki bakat kepemimpinan di bidang tertentu kalau dia menonjol dibandingkan orang lain dalam hal itu. Bakat ini bersifat inheren, artinya melekat secara alamiah dalam diri orang itu. Sedangkan orang dikatakan memiliki minat kepemimpinan di bidang tertentu kalau dia menonjol dibandingkan orang lain dalam hal itu, akan tetapi dia sendiri menyadari bahwa ke-menonjol-an (keunggulan) ini dikarenakan dia banyak memelajari bidang tertentu tersebut karena dia merasa suka. Memang pada kenyataannya sulit membedakan apakah seseorang menonjol karena dia berbakat atau karena dia berminat. Oleh karena itu, digunakan istilah minat bakat sebagai satu kesatuan.

Untuk bisa menjadi orang yang memiliki minat bakat kepemimpinan di bidang tertentu, maka orang itu harus memiliki tujuan hidup ingin menjadi ahli di bidangnya, memiliki kecerdasan yang sesuai dengan bidangnya, dan memiliki kepribadian yang ekstrovert + intuitif + thinking + judging.

Sangat kecil kemungkinannya, seseorang bisa menjadi pemimpin di semua bidang. Oleh karena itu, dalam tulisan ini digunakan istilah menjadi pemimpin di bidangnya. Bidang yang dimaksudkan di sini mengacu pada macam-macam kecerdasan menurut Dr. Howard Gardner, yaitu : 
1. Kecerdasan logika matematika
2.  Kecerdasan eksistensial spiritual (berpikir mendalam, berpikir filsafat)
3. Kecerdasan bahasa
4. Kecerdasan interpersonal (menjalin relasi dengan orang lain)
5. Kecerdasan interpersonal (sadar diri, sadar untuk mengembangkan potensi diri)

Kecerdasan 1 sampai 5 diperlukan untuk menjadi pemimpin secara umum. Artinya, menjadi pemimpin di bidang apapun, memerlukan kecerdasan yang tinggi di lima macam kecerdasan tersebut.

Selanjutnya, masih ada macam-macam kecerdasan yang lain, yaitu :
6. Kecerdasan visual spasial (terkait dengan desain ruang, arsitektur, dan semacamnya)
7. Kecerdasan kinestetik tubuh (terkait dengan olah raga, menari, dan semacamnya)
8. Kecerdasan musikal (terkait dengan musik)
9. Kecerdasan natural (terkait dengan alam, beternak, berkebun, dan semacamnya)

Untuk menjadi pemimpin sebuah tim arsitek, misalnya, maka orang itu harus memiliki kecerdasan nomor 1 – 5 ditambah dengan kecerdasan nomor 6. Untuk menjadi pemimpin sebuah tim musik, orang itu harus memiliki kecerdasan nomor 1 – 5 ditambah dengan kecerdasan nomor 8.

Tetapi, sesungguhnya kecerdasan itu apa ?

Kecerdasan adalah kemampuan seseorang untuk memelajari hal-hal baru secara utuh dalam kondisi yang berubah secara cepat.

Selain hal-hal di atas, masih ada yang harus diperhatikan, yaitu kepribadian. Kepribadian adalah kombinasi dari kecerdasan dan kondisi fisik untuk bereaksi / berinteraksi dengan orang lain / lingkungan. Untuk menjadi pemimpin, seseorang harus memunyai kepribadian :
  1. Ekstrovert (mendapatkan semangat  dari orang di sekitarnya / lingkungannya, dan memberikan semangat kepada orang di sekitarnya / lingkungannya)
  2. Intuitif (melihat makna di balik peristiwa, bukan sekedar memperhatikan fakta saja)
  3. Thinking (menggunakan logika, bukan sekedar perasaan suka – tidak suka)
  4. Judging (memunyai pendapat berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, bukan sekedar mengekor orang lain)

*****

Selamat menemani anak…..

“Menemani Anak = Mencerdaskan Bangsa”

----- oOo -----